Inilah 12 Adab Tidur Agar Dijaga Malaikat, Tak Diganggu Setan dan Bila Meninggal Saat Tidur, Maka Meninggal Dalam Keadaan Suci

Ilustrasi. (Foto: chopra.com)

Ilustrasi. (Foto: chopra.com)

Syahida.com – Berikut ini adalah adab tidur dan bangun dari tidur:

a. Hal yang Dilakukan ketika Hendak Tidur

Dari Jabir bin Abdullah r.a, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Matikanlah lampu pada waktu malam jika ingin tidur, tutuplah pintu-pintu, kencangkan [tutup] minuman, tutupilah tempat makan dan minum.’1

b. Mencuci Tangan dari Lemak sebelum Tidur

Dari Abu Hurairah r.a, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian tidur sedangkan tangannya berbau dan tidak dicuci tangannya, sekiranya menderita sesuatu maka tidak boleh mencaci siapa pun kecuali dirinya sendiri.2

c. Keistimewaan Tidur dalam Kondisi Suci

1. Dari Muadz bin Jabal r.a, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Tidaklah seorang muslim tidur dalam keadaan berzikir dan suci kemudian ia bangun malam dan meminta kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat kecuali Allah akan mengabulkan permintaannya.” 3

2. Dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Barangsiapa tidur dalam kondisi suci maka di atas kepalanya terdapat malaikat. Tidaklah ia bangun kecuali malaikat akan berdoa untuknya, “Ya Allah ampunilah hamba-Mu ini si fulan sungguh ia semalaman dalam keadaan suci.” 4

d. Bacaan Ayat Al Qur’an Menjelang Tidur

1. Dari Aisyah r.a, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam jika berbaring ke tempat tidurnya setiap malam, maka beliau mengumpulkan telapak tangannya kemudian meniup keduanya dan membaca (Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas), lalu mengusapkan keduanya pada bagian tubuhnya yang terjangkau, dimulai dari atas kepala, wajah, dan belakang badannya. Hal tersebut dilakukan sebanyak tiga kali. 5

2. Dari Naufal Al-Asja’i r.a berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepadaku, “Bacalah ‘Qul Yaa Ayyuhal Kafirun’ (surah Al-Kafirun), kemudian tidurlah setelah membacanya, karena sesungguhnya ia adalah pembebas dari kesyirikan.” 6



3. Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, “Rasulullah menugaskanku menjaga zakat Ramadhan, kemudian datanglah seseorang yang mencuri makanan, maka aku memegangnya dan aku berkata, ‘Saya akan laporkan engkau kepada Rasulullah.’ -sebagaimana diceritakan dalam hadits- Maka orang tersebut berkata, “Jika engkau hendak tidur di tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi, maka penjagaan Allah senantiasa menyertaimu dan setan tidak dapat mendekatimu sampai waktu subuh.” Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dia berkata benar kepadamu, walaupun dia seorang pembohong, di adalah setan.7

e. Takbir, Tasbih, Tahmid Ketika Hendak Tidur

Dari Ali r.a, Fatimah r.a datang seraya meminta seorang pembantu kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tapi beliau tidak menyetujuinya. Fatimah berkata, “Beliau mendatangi kami pada saat kami akan tidur, seraya bersabda, “Apakah kalian mau aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik daripada yang kalian minta? Jika kalian hendak ke tempat tidur maka bertakbirlah kepada Allah Ta’ala 34 kali dan bertahmidlah 33 jali dan bertasbihlah 33 kali. Sesungguhnya itu lebih baik daripada yang kalian minta.” 8

f. Menyediakan Tempat Tidur Sesuai Kebutuhan

Dari Jabir bin Abdullah r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya, “Satu tempat tidur untuk laki-laki, satu tempat tidur untuk istrinya, tempat tidur yang ketiga untuk tamu dan tempat tidur keempat untuk setan.” 9

g. Tidak Banyak Ngobrol Setelah Isya Kecuali Untuk Tujuan Yang Benar

Dari Abu Barzah r.a, Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tidaklah suka tidur sebelum isya dan tidak suka berbincang-bincang setelahnya.” 10

h. Mengibas Tempat Tidur Tiga Kali

Dari Abu Hurairah r.a ia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian hendak berbaring di tempat tidur maka kibaslah tempat tidur kalian dengan dalaman sarungnya, sesungguhnya ia tidak mengetahui apa yang menggantikannya, kemudian hendaklah berdoa,

Doa-Tidur-H

Dengan nama Engkau, Tuhanku, aku meletakkan lambungku dan dengan nama-Mu pula aku mengangkatnya, jika Engkau menahan jiwaku maka kasihsayangilah diriku dan jika Engkau melepaskan jiwaku maka jagalah ia dengan sesuatu yang Engkau jaga hamba-hamba-Mu yang shaleh.” 11

Dalam riwayat lain disebutkan, “Maka supaya  ia mengibas tempat tidurnya dengan sebagian sarungnya sebanyak tiga kali.12

i. Berwudhu kemudian Tidur Miring ke Sisi Kanan

Dari Bara’ bin Azib r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepadaku,

Doa-Tidur-i

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat, kemudian tidurlah miring ke sisi kananmu kemudian berdoalah, ‘Ya Tuhanku aku serahkan diriku kepada-Mu dan aku pasrahkan perkaraku kepada-Mu dan aku mohon perlindungan atas punggungku kepada-Mu dengan penuh harap dan takut kepada-Mu, tidak ada perlindungan dan tempat selamat dari-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab-Mu yang telah Engkau turunkan kepada Nabi-Mu yang telah engkau utus.’ Dan jika engkau mati, maka engkau mati dalam keadaan fitrah. Maka jadikanlah ucapan ini akhir ucapanmu.” 13

j. Doa Mau Tidur dan Bangun Tidur

1. Dari Anas r.a, dia berkata, “Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam jika hendak tidur di tempat tidur mengucapkan,

doa-tidur-J-1

Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kepada kami, mencukupi kami dan melindungi kami. Betapa banyak orang yang tidak memiliki kecukupan dan tempat tinggal.” 14

2. doa-tidur-J-2

Ya Allah, Engkau telah menciptakan jiwaku, Engkau pula yang mewafatkannya, bagi-Mulah kematian dan kehidupannya. Jika Engkau hidupkan ia maka jagalah ia dan jika Engkau matikan ia maka ampunkanlah ia. Ya Allah, Sesungguhnya aku meminta kesehatan.” 15

3. doa-tidur-J-3

“ Ya Allah Tuhan langit, Tuhan bumi, Tuhan Arsy yang Mahabesar, Engkau Tuhan kami, Tuhan segala sesuatu yang telah menumbuhkan bebijian dan benih, yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Furqan. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu, yang Engkau pegang ubun-ubunnya; Ya Allah, Engkaulah yang pertama, tidak ada sesuatu pun sebelum Engkau dan Engkaulah yang akhir, tidak ada sesuatu pun setelah Engkau, Engkaulah yang paling tampak maka tidak ada sesuatu pun di atas Engkau, Engkau yang Mahabatin tidak ada sesuatu pun di bawah-Mu, tunaikanlah utang kami dan jauhkanlah kami dari kefakiran.” 16

4. doa-tidur-J-4

“Ya Allah, Zat yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan penguasanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan jiwaku dan kejahatan setan serta sekutunya.” 17

5. Dari Bara’ bin Azib r.a, Nabi Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam jika ingin tidur maka beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya seraya berdoa,

doa-tidur-J-5

“Ya Allah, jagalah aku dari azab-Mu pada hari (kiamat), di saat Engkau membangkitkan seluruh hamba-Mu.”18

6. doa-tidur-J-6

Dari Abu Zhar Al-Anmari r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam jika menuju tempat tidurnya di malam hari, beliau berdoa, “Dengan nama Allah aku letakkan lambungku, Ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan jauhkanlah setan (yang menggoda)ku dan lepaskanlah ikatan-ikatanku dan jadikan aku di tempat yang paling tinggi.” 19

7. doa-tidur-J-7

Dari Hudzaifah r.a, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam jika menuju tempat tidurnya pada malam hari, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya kemudian berdoa, “Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup.” Dan jika bangun dari tidurnya beliau berdoa, “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkanku setelah Engkau mematikanku dan kepada-Nyalah tempat kembali.”20

8. doa-tidur-J-8

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika engkau bangun tidur maka ucapkanlah, “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan kepada tubuhku dan mengembalikan ruhku dan mengizinkan bagiku untuk mengingatnya.” 21

k. Hendaklah Tidur dengan Tidak Menyimpan Rasa Dendam dan Dengki kepada Seseorang

Dari Anas r.a, Abdullah bin Umar r.a berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadaku tentang seorang lelaki Anshar sebanyak tiga kali, ‘Saat ini ada salah seorang ahli surga datang kepada kalian.’ Kemudian Abdullah bin Umar menginap di rumahnya selama tiga hari tiga malam. Abdullah bin Umar berkata kepadanya, ‘Aku menginap di tempatmu agar aku melihat apa yang engkau lakukan untuk aku tiru tetapi aku tidak melihat engkau beramal dengan amal yang banyak, lantas apa yang menyebabkan Rasulullah mengatakan apa yang telah beliau katakan kepadamu.’ Lelaki itu menjawab, ‘Tidak ada amal yang aku lakukan kecuali apa yang telah engkau lihat.’ Kemudian Abdullah bin Umar berkata, “Ketika aku ingin pulang ia memanggilku dan berkata, “Tidak ada yang kulakukan kecuali apa yang telah engkau lihat, hanya saja aku tidak menemukan di dalam jiwaku rasa dendam dan tidak pula rasa dengki terhadap muslim yang lain dan aku selalu mengharap kebaikan diberikan kepada mereka.’ Abdullah berkata, ‘Inilah yang telah engkau capai dan inilah yang tidak mampu kami lakukan.’ 22

l. Perkataan dan Perbuatan Ketika Bangun

Dari Ubadah bin Shamit r.a dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda,

Doa-Tidur-L

Barangsiapa yang terbangun di malam hati kemudian mengatakan, ‘Tiada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala puji, Dialah yang berkuasa atas segala sesuatu, segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, Allah Mahabesar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah.’ Kemudian mengucapkan, ‘Ya Allah, ampuni aku.’ Atau jika ia berdoa maka ia akan dikabulkan dan jika berwudhu kemudian shalat maka shalatnya akan diterima.” 23 [Syahida.com/ANW]

————

Catatan kaki :

1 Muttafaq Alaih, dikeluarkan oleh Al-Bukhari No. (6296) lafazh ini baginya, dan Muslim No. (2012)

2 Hadits sahih, dikeluarkan oleh at-Tirmidzi No. (1860), Shahih Sunan At-Tirmidzi No. (1515), dan dikeluarkan juga oleh Ibnu Majah No. (3257) lafazh ini baginya, Shahih Sunan Ibnu Majah No. (2666).

3 Hadits shahih, dikeluarkan oleh Abu Dawud No. (5042), Shahih Sunan Abi Dawud No. (4216) lafazh ini baginya, dan dikeluarkan juga oleh Ibnu Majah No. (3881), Shahih Sunan Ibnu Majah No. (3131).

4 Hadits hasan, dikeluarkan oleh Ibnu Hibban No. (1051), lihat as-Silsilah Ash-Shahihah No. (2539).

5 Dikeluarkan oleh Al-Bukhari No. (5017)

6 Hadits shahih, dikeluarkan oleh Abu Dawud No. (5055) lafazh ini baginya, Shahih Sunan Abi Dawud No. (4227); dan dikeluarkan juga oleh at-Tirmidzi No. (3403), Shahih Sunan At-Tirmidzi No. (2709).

7 Dikeluarkan oleh Al-Bukhari secara mu’allaq No. (5010) dan diwashalkan oleh An-Nasa’i dan yang lain dengan sanad yang sahih, lihat Mukhtasar Shahih Al-Bukhari karya Al-Albani (2/106).

8 Muttafaq Alaih, dikeluarkan oleh Al-Bukhari No. (3113) lafazh ini baginya, dan Muslim No. (2727).

9 Dikeluarkan oleh Muslim No. (2084)

10 Muttafaq Alaih, dikeluarkan oleh Al-Bukhari No. (599) dan Muslim No. (647) lafazh ini baginya.

11 Muttafaq Alaih, dikeluarkan oleh Al-Bukhari No. (6320) lafazh ini baginya, dan Muslim No. (2714)

12 Dikeluarkan oleh Al-Bukhari No. (7393).

13 Muttafaq Alaih, dikeluarkan oleh Al-Bukhari No. (6311) lafazh ini baginya ,dan Muslim No. (2710)

14 Dikeluarkan oleh Muslim No. (2715).

15 Dikeluarkan oleh Muslim No. (2712).

16 Dikeluarkan oleh Muslim No. (2713).

17 Hadits shahih, dikeluarkan oleh At-Thayalisi No. (9) dan dikeluarkan juga oleh At-Tirmidzi No. (3392), Shahih Sunan At-Tirmidzi No. (2701).

18  Hadits shahih, dikeluarkan oleh Ahmad No. (18659), lihat As-Silsilah Ash-Shahihah No. (2754).

19 Hadits shahih, dikeluarkan oleh Abu Dawud No. (5054), Shahih Sunan Abi Dawud No. (4226).

20 Muttafaq Alaih, dikeluarkan oleh Al-Bukhari No. (6314) lafazh ini baginya, dan Muslim No. (2771).

21 Hadits Hasan, dikeluarkan oleh at-Tirmidzi No. (3401), Shahih Sunan At-Tirmidzi No. (2707).

22 Hadits shahih, dikeluarkan oleh Ahmad No. (12697) dan berkata Al-Arnauth, “Sanadnya shahih.”

23 Dikeluarkan oleh Al-Bukhari No. (1154)

==

Sumber: Kitab Ensiklopedi Islam Al-Kamil, Karya: Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah at-Tuwaijiri, Penerjemah: Achmad Munir Badjeber, M.Ag., Futuhal Arifin, Lc., Ibnu Muhammad, Lc., M. Rasyikh, Lc., Penerbit: Darus Sunnah

Share this post

PinIt
scroll to top