Sa’ad Ibnur-Rabii’ Mencium Wangi Surga Saat Terluka Parah dan Mendekati Ajal

Ilustrasi. (Foto: wallpaperlayer.com)

Ilustrasi. (Foto: wallpaperlayer.com)

Syahida.com – Dialah Sa’ad ibnur-Rabii’ yang dipersaudarakan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan ‘Abdurrahman bin ‘Auf, maka dia ingin memberikan ‘Abdurrahman setengah hartanya dan akan menceraikan salah satu istrinya untuk dikawinkan dengan ‘Abdurrahman, tetapi ‘Abdurrahman melarangnya dan mendoakannya, dan dia merupakan salah satu wakil Anshar pada perjanjian ‘Aqabah.

Zaid bin Tsabit r.a berkata: aku diperintahkan nabi mencari Sa’ad ibnu-Rabii’ pada perang Uhud, nabi berkata kepadaku: jika aku melihatnya, maka sampaikanlah salamku kepadanya, dan katakan kepadanya: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadamu: “Bagaimana engkau mendapati dirimu?”

Maka aku memeriksa di antara mayat-mayat yang berserakan, dan aku mendapatinya pada detik-detik akhir hayatnya, di tubuhnya terdapat tujuh puluh tusukan, maka aku menyampaikan pesan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepadanya, maka Sa’ad berkata: “Salam kembali untuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan untukmu juga,” katakanlah kepada beliau: “Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, aku mendapati wanginya surga dan katakanlah kepada kaumku Al Anshar: “Tidak ada alasan bagi kalian di hadapan Allah jika melepaskan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan hati-hatilah karena di antara kalian ada mata-mata yang mengawasi,” Jabir berkata: “Lalu dia menghembuskan nafasnya yang terakhir.”

Dalam riwayat yang lain: bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mau mencari Sa’ad untukku?” Maka bangkitlah seseorang dari Al Anshar dan berkata: “Saya,” lalu orang itu berusaha mencari Sa’ad di antara mayat-mayat, sehingga dia mendapati Sa’ad dalam keadaan terluka parah dan mendekati ajal, maka orang itu berkata: “Wahai Sa’ad, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan aku untuk melihat keadaanmu, apakah dalam keadaan mati atau hidup.”

Sa’ad berkata: “Aku mendekati wafatku, sampaikanlah salamku kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam,” dan katakan: sesungguhnya Sa’ad berkata: “Semoga Allah memberi balasan berupa kebaikan dari sebabku, sebaik-baik balasan seorang nabi dari umatnya, dan sampaikanlah salamku kepada kaummu, dan katakan kepada mereka: sesungguhnya Sa’ad berkata kepada kalian: sesungguhnya tidak ada alasan bagi kalian di hadapan Allah jika membiarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan di antara kalian ada mata-mata  yang mengawasi.” [Syahida.com/ANW]

==

Sumber: Kitab Ujian Berat Kaum Muslimin, Oleh: Majdi Fathi As-Sayyid, Penerbit: Rihlah Press

Advertisements
loading...