Jatuh Sakit Karena Takut Neraka

Ilustrasi. (blogkmp.net)

Ilustrasi. (blogkmp.net)

Syahida.com – Umar ibn al Khaththab ra mendengar seorang lelaki sedang bertahajjud suatu malam sambil membaca surat al thuur. Ketika sampai pada firman Allah Ta’aal yang berbunyi: “Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti  terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya.” (Q.S. Al-Thuur 52: 7-8) Umar berkata: “Sumpah! Tuhan Ka’bah adalah benar.” Kemudian dia kembali pulang ke rumah, sakit selama sebulan. Semua orang menjenguknya dan tidak ada yang tahu apa penyakit yang sedang diderita olehnya.

Sekelompok orang yang ahli ibadah dari Bashrah menderita sakit karena takut kepada neraka. Mereka tetap tinggal dirumah mereka. Diantaranya adalah ‘Ala’ ibn Ziyad dan ‘Atha’ al Sulamiy. Sedangkan ‘Atha’ telah menjadi bunga ranjang (sakit dalam waktu yang cukup lama) selama beberapa tahun. Sebagian orang juga ada yang berpendapat bahwa awal mula Umar ibn Abd al Aziz sakit yang sampai membuatnya  meninggal dunia adalah karena takut kepada neraka.

Al Imam Ahmad meriwayatkan dari Husain ibn Muhammad ibn Fudlail ibn Muthrif, dia berkata: Aku diberitahu oleh seseorang yang dapat dipercaya bahwa ada seorang pemuda dari Anshar merasa takut kepada neraka, sehingga dia hanya tinggal di dalam rumah. Lalu dia didatangi oleh Nabi SAW Dan dirangkul. Setelah itu dia jatuh pingsan dan tidak lama kemudian meninggal dunia. Nabi SAW bersabda: “Rawatlah jenazah teman kalian ini. Sebenarnya takut kepada neraka telah menyebabkan limpanya terpotong-potong.” Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibn al Mubarak dari Muhammad ibn Muthrif dengan redaksi seperti itu. Ada juga yang meriwayatkannya dengan redaksi lain secara muttashil (tersambung sampai kepada Nabi SAW).

Ibn Abi al Dunya juga meriwayatkan hadis tersebut: Kami diberitahu oleh al Hasan ibn Yahya, kami diberitahu oleh Hazim ibn Jabal ibn Abi Nadlrah al ‘Abidiy, dari Abu Sinan, dari al Hasan, dari Hudzaifah berkata: Ada seorang pemuda di zaman Rasulullah SAW menangis ketika ingat neraka. Dan kejadian itu membuat ia mengurung diri dalam rumah. Kemudian berita itu disampaikan kepada Nabi SAW. Tidak lama kemudian Nabi SAW mengunjunginya. Ketika pemuda itu melihat Nabi, dia langsung merangkul beliau dan akhirnya meninggal. Lantas Nabi SAW bersabda: “Rawatlah jenazah temanmu ini. Karena takut pada neraka, telah membuat limpanya terputus-putus. Demi Dzat dimana jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, sungguh Allah telah melindunginya dari neraka. Barangsiapa yang mengharapkan sesuatu, pasti akan mencarinya. Dan barang siapa yang takut kepada sesuatu, pasti dia akan menghindarinya.” Hadis tersebut adalah hadis mursal (ada silsilah perawinya yang terputus).

Hafsh ibn ‘Amr al Ju’fiy berkata: Selama beberapa hari Dawus al Thaiy mengeluh (kesakitan). Penyebab sakit yang dideritanya adalah karena dia telah membaca bacaan ayat al Qur’an yang menyebutkan tentang neraka. Kemudian dia mengulang-ulang ayat tersebut pada malam hari. Dan pada pagi harinya dia jatuh sakit. Orang-orang menjumpainya wafat dalam keadaan kepalanya di atas sepotong batu bara merah. Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim.

Abu Nu’aim, ibn al Dunya dan para perawi lain meriwayatkan sebuah kisah Mansur ibn Amr dengan orang yang melewati Kufah pada malam hari sambil bermunajat kepada Tuhannya. Manshur membaca ayat al Qur’an sebagai berikut : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dankeluargamu dari api nerak yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (Q.S. Al Tahriim 66: 6). Kemudian Manshur berkata: “Aku mendengar ada suara sesuatu yang jatuh. Dan aku tidak mendengarnya lagi setelah itu. Ternyata pada keesokan harinya , Manshur mendapati ada jenazah seseorang yang sedang dirawat oleh nenek tua. Aku bertanya tentang identitas si mayat kepada nenek itu. Dia tidak memberikan jawaban apapun kepadaku tentang identitas si mayat. Hanya saja nenek tua itu berkata: “Lelaki ini adalah seseorang yang telah diberikan balasan yang baik oleh Allah. Semalam dia lewat disini, kemudian melakukan shalat dan membaca salah satu ayat dalam al Qur’an. Setelah itu dengan tiba-tiba dia tersungkur ke tanah dan meninggal.”

Diriwayatkan juga dengan Sanad dari al Bakhtari ibn Yazid, dari Haritsah al Anshari, bahwa ada salah seorang ahli ibadah berhenti di depan perapian tukang pandai besi. Setelah melihat kobaran api, dia menangis tersedu-sedu. Tidak lama kemudian dia jatuh pingsan dan meninggal dunia.

Ibn Abi al Dunya berkata: Aku mendapatkan kabar dari Abd  al Rahim ibn Muthrif ibn Qudamah al Rwwas, kami diberitahu oleh ayah kami dari majikan kami, dia berkata: “Ketika Manshur ibn al Mu’tamar wafat, ibunya menjerit: Wahai Jahannam pembunuh! Putraku tidak mati melainkan takut kepada Neraka Jahannam.



Ibn Abi al Dunya juga meriwayatkan dengan redaksi lain, bahwa Ali ibn Fudlail meninggal karena mendengar bacaan ayat: “Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman,” (tentulah kamu melihat suatu peristiwa ynag mengharukan).” ?(Q.S. Al A’raaf 6: 27).

Yunus ibn Abdal A‘la berkata: Abdullah ibn Wahb membaca kitab al Ahwaal. Ketika pingsan sampai pada bab yang membahas sifat-sifat neraka, dia jatuh pingsan. Dia dibawa ke rumahnya dan baru sadar beberapa hari kemudian. Selang waktu yang tidak lama, dia pun wafat. [syahida.com]

Sumber : Kitab Jerat-Jerat Neraka, Ibnu Rajab

Share this post

PinIt
scroll to top