Hadits Qudsi : Allah Dapat Dilihat Pada Hari Kiamat

Ilustrasi. (imgkid.com)

Ilustrasi. (imgkid.com)

Syahida.com – Dari sahabat Abu Hurairah ra. Ia berkata: manusia (sahabat-Sahabat) bertanya: Wahai Rasulullah, Apakah kami melihat Tuhan kami pada hari kiamat? Beliau menjawab: Apakah kalian dibahayakan (berbahaya) ketika (melihat) matahari tanpa awan (mendung). Mereka menjawab: Tidak. Wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Apakah berbahaya bagi kalian bila (melihat) bulan pada malam purnama, tanpa awan?, Mereka menjawab: Tidak. Wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Maka sesungguhnya kalian melihat-Nya pada hari kiamat seperti demikian itu. Allah mengumpulkan manusia, maka Dia berfirman: Barangsiapa menyembah sesuatu hendaklah ia mengikutinya. Maka mengikutlah orang-orang yang dulu menyembah matahari dan menyembah bulan. Dan mengikuti juga orang-orang yang dulu menyembah berhala. Dan umat ini (sisanya) tetap tinggal. Padanya ada orang-orang munafiq. Maka Allah mendatangi mereka bukan dengan rupa yang mereka kenal. Maka, Dia berfirman: Aku Tuhan kalian, maka mereka (orang-orang munafiq) menjawab: Kami berlindung kepada Allah dari engkau. Ini tempat-tempat kami (kami tetap disini). Hingga Tuhan kami datang kepada kami. Maka bila telah datang kepada kami Tuhan kami, maka kami mengenal-Nya. Maka Allah mendatangi mereka dengan rupa yang mereka mengenal-Nya. Maka Dia berfirman: Aku Tuhan kalian. Maka mereka berkata: Engkaulah Tuhan kami, maka mereka mengikuti-Nya. Dan jembatan jahanam dipukul. Rasulullah saw. Bersabda: Maka akulah orang yang pertama kali diberi lewat (melintas). Dan do’a para rasul hari itu: Ya Allah selamatkan, selamatkan. Dan padanya (jembatan) ada besi-besi bengkok untuk gantungan daging seperti duri sa’daan (pohon yang durinya besar-besar). Apakah kalian telah melihat duri pohon sa’daan? Mereka menjawab: Benar, Ya Rasulullah. Beliau bersabda: maka sesungguhnya, ia (besi-besi bengkok) seperti duri pohon sa’daan, hanya saja tiada yang tahu ukuran besarnya (besi-besi bengkok itu) kecuali Allah. lalu besi itu menyambar (jawa: nggantol) manusia menurut amal-amal (perbuatan) mereka. Maka diantara mereka ada yang hancur karena perbuatannya. Dan diantara mereka ada yang dipotong –potong kemudian selamat. Setelah Allah selesai mengadili hamba-hambaNya, dan orang-orang yang dulu bersaksi: bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, ingin keluar dari neraka, maka Allah menyuruh malaikat supaya mengeluarkan mereka. Lalu mereka dapat dikenali dengan tanda-tanda bekas sujud. Dan Allah mengharamkan neraka supaya tidak memakan bekas sujud anak Adam. Lalu para malaikat mengeluarkan mereka yang telah hangus itu. Lalu dituangkan air kepada mereka, yang disebut air hidup. Mereka tumbuh seperti tumbuhnya biji-bijian pada tanah dan buih yang hanyut di aliran air. Dan tinggal seorang pria yang mukanya menghadap ke neraka. Dia berkata: Wahai Tuhan, hembusan panasnya telah mengenai saya, menyakiti saya, menghancurkan saya. Dan hembusannya, nyalanya membakar saya. Oleh karena itu, palingkanlah muka saya dari neraka. Dia terus berdo’a kepada Allah. Lalu Allah berfirman: Bila Aku turuti permintaanmu, mungkin kamu akan minta kepada-Ku yang lainnya. Dia menjawab: Tidak. Demi keagungan-Mu saya tidak meminta kepadamu yang lain. Lalu dia (Allah) memalingkan mukanya (pria) dari neraka. Sesudah demikian, lalu pria itu berkata: Wahai Tuhan, dekatkanlah saya ke pintu surga, maka Dia berfirman (menjawab): Bukankah kamu telah mengatakan: bahwa kamu tidak akan minta kepada-Ku yang lainnya? Celaka kamu anak Adam, apa alasanmu? Lalu dia (pria) terus menerus memohon. Maka Dia berfirman: Jika aku memberimu yang demikian itu, mungkin kamu masih minta kepada-Ku yang lainnya? Ia menjawab: Tidak demi kemuliaan-Mu saya tidak minta kepada-Mu yang lain. Lalu Allah memberinya beberapa janji, agar ia tidak minta kepada-Nya yang lain. Lalu Dia mendekatkannya kepada pintu surga. Maka ketika dia meliahat apa-apa yang ada di surga. Maka ketika dia melihat apa-apa yang ada di surga, dia diam selama Allah menghendaki dia diam. Kemudian dia berkata: Masukanlah saya kedalam surga, Wahai Tuhan. Bukankah kamu telah mengatakan: bahwa kamu tidak minta kepada-Ku yang lainnya? Celaka kamu anak Adam. Apa Alasanmu? Lalu dia menjawab: Wahai Tuhan, janganlah saya, Engkau jadikan makhluk-Mu yang paling celaka, maka dia terus menerus memohon, sehingga Dia (Allah Ta’ala) tertawa. Ketika Dia Tertawa karenanya, Dia mengizinkannya masuk surga. Seetelah dia masuk surga, lalu dikatakan kepadanya: Berharaplah begini, lalu dia berharap. Kemudian dikatakan (lagi) kepadanya: berharaplah begini, lalu dia berharap. Sehingga habis harapannya. Maka Dia berfirman kepadanya: ini untuk kamu, dan ada lagi seperti itu. Abu Hurairah ra. Mengatakan: Pria itu adalah orang yang paling akhir masuk surga.

Rawi Hadits:

Al-Bukhari dalam: Sahihnya : Kitabur Riqaq (6573) Bab : As-Shiroth adalah jembatan di jahanam.

Al-Bukhari dalam: Kitabut Tauhid (7437) Bab : Firman Allah Ta’ala: pada hari itu muka berseri-seri (karena) melihat Tuhannya.

Muslim dalam: Shahihnya: kitabul Iman (182/299) Bab: mengetahui jalannya rukyah.

An-Nasa’i dalam Sunanus Shughro : Kitabut Tatbiq (2/229 No. 1140 ) secara ringkas, Bab: Tempat sujud.

An-Nasa’i dalam:  At-Tafsir  (508) secara ringkas, Bab: Thaghut=selain Allah.

 

Sumber : Hadits Qudsi Shahih dan Penjelasannya, Al Imam Abi Al Hasan Nuruddin, Ali bin Sulthan Muhammad Al-Qoriy 

Share this post

PinIt
scroll to top