Kabar Gembira untuk Kaum Mukminin dengan Kenikmatan yang Abadi

Ilustrasi. (Foto: aboutislam.net)

Ilustrasi. (Foto: aboutislam.net)

Syahida.com

وَعَدَ اللَّـهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّـهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿٧٢

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS. 9: 72)

Dalam ayat ini Allah SWT mengabarkan apa yang Dia persiapkan bagi kaum laki-laki dan kaum wanita yang beriman kepada-Nya, berupa kebaikan dan kenikmatan yang abadi dalam,

“Surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus.” Yakni, bangunan yang indah/megah dan enak/nyaman untuk ditempati. Sebagaimana yang digambarkan dalam hadits yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa ‘Abdullah bin Qais al-Asy’ari r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW telah bersabda:

“Ada dua Surga yang terbuat dari emas, di mana bejana dan segala yang ada pada keduanya terbuat dari emas. Juga ada dua Surga yang terbuat dari perak, di mana bejana dan segala yang terdapat padanya terbuat dari perak. Tidak ada penghalang antara suatu kaum untuk memandang Rabb mereka, melainkan hanyalah selendang kebesaran yang terdapat pada wajah-Nya di Surga ‘Adn.” [Fat-hul Baari (VIII/491), Muslim (I/163) [Al-Bukhari (No. 4878) dan Muslim (No. 180)].

Juga tercantum dalam dua kitab Shahih tersebut, di mana Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya orang mukmin di dalam Surga memiliki sebuah kemah yang terbuat dari satu buah permata yang berlubang, yang panjangnya 60 mil di langit. Di dalamnya seorang mukmin memiliki istri yang banyak, ia menggilir mereka. Satu sama lain dari mereka tidak saling mengetahui.”

Hadits ini tercantum dalam dua kitab Shahih. Juga tercantum dalam kitab keduanya hadits dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: “Rasulullah SAW telah bersabda:

“Siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, berpuasa di bulan Ramadhan, maka Allah berhak untuk memasukkannya ke dalam Surga, baik ia berhijrah di jalan Allah atau ia tetap tinggal di tanah kelahirannya.” Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bolehkah kami mengabarkannya kepada manusia?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya dalam Surga itu terdapat seratus derajat yang Allah siapkan untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Jarak antara dua tingkatan bagaikan jarak antara langit dan bumi. Apabila kalian meminta kepada Allah, maka mintalah Surga Firdaus, sebab ia adalah Surga yang paling tinggi dan paling tengah, darinya terpancar sungai-sungai Surga dan di atasnya adalah ‘Arsy Allah Yang Maha Pemurah.”

Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Jika kalian bershalawat atasku, maka mohonkanlah untukku al-wasilah.” Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apa al-wasilah itu?” Beliau bersabda: “Tingkatan yang paling tinggi di Surga, tidak ada yang bisa meraihnya kecuali satu orang, dan aku berharap akulah orangnya. [HR. Ahmad].

Dalam musnad Imam Ahmad juga terdapat hadits dari jalur Sa’d bin Mujahid at-Thaa-i dari Abu al-Mudillah dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: “(Suatu ketika) kami bertanya: ‘Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepada kami tentang Surga. Apa bahan bangunannya?’ Beliau bersabda:

“Batu batanya dari emas dan perak, kapurnya adalah misk, batu-batu kerikilnya adalah permata dan yaqut (jenis batu mulia), dan debu (semen)nya adalah za’faran (berwarna kuning lembut dan sedap baunya). Siapa yang memasukinya, maka ia akan mendapatkan kesenangan dan tidak pernah susah, kekal dan tidak pernah mati. Pakaiannya tidak akan pernah usang dan kemudaannya tidak akan pernah sirna.”

Dan firman-Nya: “Dan keridhaan Allah adalah lebih besar;” Maksudnya, keridhaan Allah SWT terhadap mereka sangat besar, lebih agung dan lebih berharga dari sekedar kenikmatan yang mereka rasakan. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Malik dari Zaid bin Aslam dari ‘Atha’ bin Yasar dari Abu Sa’ide al-Khudri r.a, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah SWT akan berfirman kepada segenap penghuni Surga: ‘Wahai sekalian penghuni Surga!’ Mereka menjawab; ‘Kami penuhi panggilanmu wahai Rabb kami dan kebaikan berada di tangan-Mu.’ Lalu Allah SWT berfirman: ‘Apakah kalian ridha?’ Mereka menjawab: ‘Mengapa kami tidak ridha wahai Rabb kami, sementara Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak pernah diberikan kepada siapapun dari makhluk-Mu.’ Allah berfirman: ‘Maukah kalian Aku berikan sesuatu yang lebih baik dari itu semua?’ Mereka menjawab: ‘Wahai Rabb kami, apa lagi yang lebih baik dari itu?’ Allah berfirman: ‘Aku berikan keridhaan-Ku untuk kalian, sehingga sesudah ini Aku tidak akan pernah lagi murka kepada kalian untuk selama-lamanya.’” Hadits ini diriwayatkan juga oleh al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a. [Syahida.com/ANW]

==

Sumber: Kitab Shahih Tafsir Ibnu Katsir jilid 8, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir

Share this post

PinIt
scroll to top