Advertisement

Ilustrasi. (Foto : aquamarineguzellik.com)

Syahida.com – Assalamu’alaikum, Dokter, saya seorang ibu muda, rambut saya sudah lama rontok dan menipis di bagian crown sehingga terlihat seperti botak. Namun anehnya, dulu saat saya hamil, rambut saya sempat tidak rontok, tapi setelah melahirkan rambut saya rontok lagi.

Saya sudah melakukan perawatan creambath rutin dan mencoba pengobatan alami dengan seledri dan makan kacang kenari yang banyak mengandung biotin – katanya dapat merangsang pertumbuhan rambut. Namun, belum juga ada perbaikan.

Saat ini saya masih menyusui anak saya yang berusia 7 bulan, jadi saya tidak berani pakai produk yang tidak alami. Apa yang menyebabkan kebotakan di usia muda, Dok? Bagaimana solusinya? Terima kasih.

Wassalamu’alaikum

Linda (25), Depok.

Wa’alaikumussalam

Linda yang baik, berdasarkan ciri-ciri yang Anda sebutkan, kemungkinan besar Anda mengalami female androgenetic alopecia, yaitu kebotakan yang disebabkan hormon androgen (hormon laki-laki) dan faktor genetik (keturunan). Setiap perempuan memiliki sedikit hormon androgen di dalam tubuhnya. Namun pada perempuan tertentu, jumlahnya relatif lebih tinggi dibandingkan perempuan pada umumnya.

Penyebab



Kebotakan disebabkan karena faktor keturunan, misalnya ayah atau ibunya botak di kepala. Kebotakan ini memiliki pola tertentu dan di tempat tertentu, misalnya di daerah crown atau garis belahan rambut tengah. Kenapa bisa begitu? Karena orang-orang tertentu yang punya keturunan kebotakan, pada daerah tersebut terdapat reseptor androgen, yaitu tempat “parkirnya” hormon androgen.

Produksi hormon androgen yang naik dan berlebihan akan menempati tempat parkir androgen. Hal tersebut menyebabkan akar rambut yang kecil menyebabkan helai rambut mudah rontok. Sebenarnya rambutnya masih ada, tapi sangat halus, tipis dan tumbuhnya jarang, sehingga kelihatan botak.

Bila saat hamil rambut Anda tidak rontok, hal ini karena hormon perempuan mengalami peningkatan sehingga menekan pengaruh hormon laki-laki. Setelah melahirkan, rambut kembali lagi rontok –seperti yang Anda alami, karena hormon androgennya kembali meningkat. Penggunaan seledri dan konsumsi kenari memang baik, tapi tidak banyak membantu karena kebotakan ini dipengaruhi oleh hormon dan faktor genetik.

Pengobatan

Untuk pengobatan, pada laki-laki ada obat yang untuk diminum untuk mengendalikan hormon androgen tersebut. Tapi, perempuan tidak boleh meminum itu. Untuk perempuan obatnya berupa lotion yang dioles di area kebotakan. Lotion tersebut berfungsi untuk menduduki reseptor androgen agar androgen yang masuk itu tidak bisa menetap.

Saran saya, segera kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan lotion yang dimaksud. Sebab, konsentrasi lotion yang diberikan pada tiap orang akan berbeda dan harus sesuai kebutuhan. Penggunaanya dua kali sehari. Ibu menyusui tidak mengapa menggunakan lotion ini, tapi untuk ibu hamil sangat tidak dianjurkan karena tergolong obat yang keras.

Dr.Dewi Inong Irana, SpKK

Parktik di RSIA Restu Kasih-Kramat Jati dan RIS Permata Cibubur.

[Syahida.com]

Sumber: Ummi No.7/ XXVI/ Juli 2014/ 1435 H

Advertisement
AS

Disqus Comments Loading...
Share
Kontributor:
AS

Recent Posts

Perhatian Rasulullah SAW Terhadap Tanda-Tanda Hari Kiamat (Bagian ke-1)

Tanda-tanda hari Kiamat termasuk salah satu topik yang mendapat perhatian besar dari Rasulullah SAW dalam…

2 tahun yang lalu

Perhatian Al-Quran Terhadap Tanda-Tanda Hari Kiamat

Adapun tanda-tanda peristiwa yang membicarakan dekatnya hari Kiamat, maka ayat-ayat tersebut terkesan membicarakan secara sekilas.…

2 tahun yang lalu

Sikap yang Baik dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

“Ilusi adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah langkah pertama untuk penyembuhan”.…

2 tahun yang lalu

Pandemik, COVID-19, Babi, dan Akhir Zaman

Mengapa Nabi Isa - sebagai bagian dari umat Nabi Muhammad - malah justru membunuh babi…

2 tahun yang lalu

Antara Samiri dan COVID-19

Sejak mewabahnya COVID-19, kini hampir sebagian besar penduduk bumi dilarang untuk saling bersentuhan, harus menjaga…

2 tahun yang lalu

Antara Doa Nabi Ibrahim AS, Doa Nabi Muhammad SAW, Wabah COVID-19, dan Dajjal

Sejak awal tahun 2020 ini, seluruh dunia dilanda wabah penyakit COVID-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2…

2 tahun yang lalu
Advertisement

This website uses cookies.