(Video) Gadis Amerika Ini Masuk Islam Setelah Menemukan Perintah Berjilbab Dalam Injil

kellySyahida.com – Assalaamu’alaikum, nama saya Kelly. Jika Anda menonton video saya yang pertama, saya adalah Muslim. Ini adalah hal yang berkaitan tentang bagaimana cerita saya masuk Islam.

Jika Anda bertanya bagaimana saya bisa masuk Islam, menurut saya ini benar-benar menarik. Karena, saya pikir setiap orang membuat sebuah keputusan sadar untuk menjadi Muslim. Anda mungkin akan dibawa kepada Muslim dan mengetahui itu. Tapi Anda akan mengalami pada suatu masa ketika memilih pertanyaan, “Mengapa hal ini benar”, “Mengapa ini begini?” Dan Anda tidak boleh melanggar larangan bahwa Anda akan bertanya, “Mengapa.” Karena Anda harus selalu tahu bahwa Anda punya pertanyaan yang lebih dalam.

Jadi saya dibesarkan dan dibaptis sebagai Kristen, tapi saya hanya diajarkan Kristen dan tidak tahu ada lebih dari satu macam dari Kristen. Saya pergi ke gereja bersama keluarga saya, hanya untuk berpikir itu adalah tempat untuk bergantung. Saya berpikir setiap orang bisa memilih untuk tahu seperti yang setiap orang Kristen pikirkan. Saya hanya…, ya agama benar-benar tidak ada dalam pikiran saya ketika masih kecil, saya mengira itu normal.

Dan, pertama kali belajar tentang Islam ketika saya berusia 8 tahun. Sepertinya ketika insiden menara kembar. Saya sedang berada di kelas dan semua berkata dan guru saya mengatakan bahwa “teroris Muslim” yang melakukan hal tersebut. Dan saya berkata, “Oh ok.. Muslim itu buruk.” Itulah semua yang saya tahu sampai saya berumur 13 tahun, semua yang ada di pikiran tentang Muslim adalah seperti itu. Saya tidak membenci mereka, saya hanya berpikir, “Ok, mereka yang melakukan itu. Hanya tidak berpengaruh pada saya di sini.”

Ketika saya berusia 8 tahun, sekitar waktu yang sama, saya baru tahu tentang Islam. Orangtua saya bercerai dan saya memutuskan untuk hidup bersama ibu saya. Jadi, saya tinggal bersama beliau dan ibu tidak lagi pergi ke gereja dan ayah saya juga tidak pergi ke sana. Jadi tidak ada yang pergi ke gereja tapi saya tetap pergi ke sana karena saya punya teman di sana. Saya merasa, “Apa yang seharusnya dilakukan sebagai umat Kristen, tentunya pergi ke gereja.” Jadi, saya masih ke sana.

Setiap Minggu ibuku akan mengantarkan saya ke gereja dan menjemput lagi setelah 3 jam kemudian. Jadi saya masih sebagai Kristen. Tapi pada saat itu ketika hal-hal mulai kurang nyaman dan saya pikir hal yang utama adalah tarian dan musik sebuah hal besar dalam gereja. Dan hal itu saya seperti merasa saya pikir bahwa hanya melihat jika Anda menari sepertinya, “Apakah tarian ini bisa membuat seorang Kristen menjadi lebih baik.” Karena sepertinya Kristen yang baik yaitu orang yang bisa menari dengan lebih antusias. Saya hanya tidak paham dengan hal ini.

Jadi dari sekitar usia 13 tahun sampai saya berusia 16 tahun, saya memilih untuk tidak mempunyai agama. Jika seseorang bertanya kepadaku apa agamamu, saya menjawab, “Kristen”, tapi saya sudah melihat lebih dari satu Kristen dan tidak ada yang bisa saya lakukan. Tentunya Anda tahu ada banyak macamnya dari Kristen.

Jadi maksud saya, saya masih membaca Injil, tapi saya hanya suka hal-hal rahasia, saya membacanya dan berpikir ada yang salah; sepertinya saya telah mengetahui, saya hanya merasa ini tidak masuk akal. Dan ketika itu saya berusia 15.. 16 tahun tepatnya. Saya membacanya dan saya membaca tentang ayat, Bab, yang menyebutkan, “Bahwa wanita harus menutupi kepalanya.” (Korintus 11: 6). Dan itu sangat menyentuh dan saya berpikir, “Kristen tidak melakukan hal itu dan bahwa hanya satu-satunya agama yang saya tahu melakukan hal itu adalah Muslim.” Dan kemudian saya seperti (berpikir), “Apalagi tentang Muslim yang disebutkan dalam Injil?” Dan sebenarnya saya temukan banyak lagi; “Jangan makan daging babi”, “Jangan minum alkohol.” Dan saya berpikir ini seperti.., “Bagaimana bisa orang-orang tidak membaca ayat ini.” Seperti… Anda melihat orang-orang di gereja-gereja sekarang, “Anda harus membaca semua yang ada di Injil.” Tapi jika Anda membaca seluruh Injil, “Mengapa masih makan babi dan tidak menutupi kepalamu?”

Saya memilih untuk berhenti membaca Injil. Karena semua yang telah saya baca hanya Islam yang ada di kepala.. Anda tahu kan seperti, “Bahwa Muslim yang melakukan semua itu.” Seperti jika saya akan bertanya kepada pendeta atau orang Kristen yang saya kenal, sebuah pertanyaan yang saya punya, dia lebih suka berkata, “Oh, tidak… Ini tidak perlu terjadi lagi.” Dan saya berpikir, “Apakah ini akan baik-baik saja?” Seperti yang Anda tahu, ini kan tidak perlu waktu yang lama (untuk menjelaskannya) dan tidak harus mendapatkan buku baru dengan naik mobil. Ngomong-ngomong, saya hanya tidak mengerti mengapa mereka tidak bisa memberikanku jawaban. Ngomong-ngomong, jika Anda bertanya kepada seorang sarjana Muslim sebuah pertanyaan, maka mereka akan menjawabnya untukmu, selalu.  [Syahida.com /ANW]

==

Advertisements
loading...