Betapa Sedikitnya Mereka Merasakan Kenikmatan Hidup

kursiSyahida.com – Saya merasa heran terhadap apa yang saya baca mengenai perjalanan hidup para khalifah dan raja. Betapa sedikitnya mereka merasakan kenikmatan hidup. Seperti Abdul Malik bin Marwan yang terjun ke berbagai medan perang, menumpahkan darah, dan tidak lama kemudian datanglah ajal menjemputnya, lantas dia berteriak: Andai saja saya tidak mengenal kekhalifahan.

Ibnu Abdul Malik, Al Walid, berbuat zalim dengan arogan kemudian pergi dengan cepat, hingga Umar bin Abdul Aziz mengatakan, ketika kami datang untuk mengubur Al Walid, dia mendorong kakinya ke dalam kuburan. Hisyam bin Abdul Malik berkata: Aku pernah menghitung hari-hari bahagia selama kekhalifahanku, ternyata jumlahnya hanya enam hari.

Al-Manshur membunuh paman-pamannya, mengkhianati janji-janjinya banyak berulah, kemudian menenggak gelas kematian secara cepat.

Anaknya, Harun ar-Rasyid, membunuh keluarga Barmaki, menantang awan, menghimpun harta kekayaan yang melimpah, kemudian mati terasing jauh dari keluarga dan negerinya saat dia masih muda, umurnya empat puluh tujuh tahun.

Raja-raja lainnya pun bernasib tidak jauh dari mereka ini bahkan lebih keras dan lebih tragis. Ada yang dikalahkan, ada yang dikudeta, ada yang dipenjara, ada yang dicukil matanya, ada yang terbunuh, ada yang terusir, dan ada yang melarikan diri. Mahasuci Allah yang telah menetapkan kesengsaraan di dunia ini.

“Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau.” (Muhammad [47]: 36)

Al-Ma’arri  berkata,

Seluruh kehidupan itu melelahkan maka aku tidak heran

Kecuali terhadap orang yang gemar menambahkan kelelahan.

 

Sumber : Kitab Demi Masa! Beginilah Waktu Mengajari Kita, Dr. ‘Aidh Abdullah Al-Qarny  

Share this post

PinIt
scroll to top