Kisah Nabi Adam (Bagian Ke-4) : Keangkuhan dan Kesombongan Iblis

Ilustrasi. (Foto : pasulukan.wordpress.com)

Ilustrasi. (Foto : pasulukan.wordpress.com)

Syahida.com – Hasan Al-Bashri mengatakan, “Iblis membuat analogi (qiyas) , dan dia adalah makhluk pertama yang menggunakan analogi (qiyas).” Muhammad bin Sirin mengatakan, “Makhluk pertama yang menggunakan analogi (qiyas) adalah Iblis. Tidaklah matahari dan bulan diciptakan melainkan karena analogi-analogi.” Kedua atsar ini diriwayatkan Ibnu Jarir.

Artinya Iblis membandingkan dirinya dengan Adam melalui analogi, lalu menilai dirinya lebih mulia dari Adam, sehingga ia tidak mau sujud kepada Adam, padahal dia dan juga para malaikat  diperintahkan untuk bersujud kepada Adam. Ketika berseberangan dengan nash, analogi (qiyas) tidak bisa digunakan. Selain itu, penilaian iblis juga keliru, karena tanah lebih bermanfaat daripada api, karena mengandung unsur ketenangan, ketabahan, kesabaran, dan pertumbuhn, berbeda dengan api yang mengandung unsur gegabah, kedunguan, tergesa-gesa dan membakar.

Selanjutnya, Allah menciptakan Adam dengan tangan-Nya sebagai bentuk penghormatan baginya, dan meniupkan ruh ciptaan-Nya pada Adam. Karena itulah Allah memerintahkan para malaikat untuk sujud pada Adam, seperti yang Allah telah sampaikan, “Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.’ Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali ibllis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.

Dia (Allah) berfirman, ‘Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?’ Ia (iblis) berkata, ‘Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.’ Dia (Allah) berfirman, ‘(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat.” (Al-Hijr: 26-35)

Iblis mengemukakan alasan yang sama sekali tidak membawa guna, dan alasannya itu lebih berat dari dosa yang ia lakukan, seperti yang Allah sampaikan dalam surah Al-Isra’, “Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu semua kepada Adam,’ lalu mereka sujud kecuali iblis. Ia (iblis) berkata, ‘Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah? Ia (iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.

Dia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barangsiapa di antara mereka semua mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup. Dan perdayakanlahh siapa saja di antara mereka yang engkau (iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu diberi janjilah kepada mereka.’ Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka. “Sesungguhnya, (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Rabbmu sebagai penjaga.” (Al-Isra’: 61-65)

Dalam surah Al-Kahfi, Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim.” (Al-Kahfi: 50)

Yaitu Iblis tidak mau taat kepada Allah dengan sengaja, semena-mena dan sombong untuk melakukan perintah-Nya. Ini tidak lain karena iblis telah di khianati oleh tabiat dan asal-usul penciptaannya yang buruk itu pada saat amat diperlukan, karena ia diciptakan dari api seperti yang telah disampaikan Allah, juga seperti yang telah kami singgung sebelumnya.



Disebutkan dalam kitab Shahih Muslim, dari Aisyah, dari Rasulullah beliaub bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya Arsy, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari (bahan) yang telah disebutkan pada kalian.” [Syahida.com]

– Bersambung…

Sumber : Kitab Ibnu Katsir, Kisah Para Nabi, Kisah 31 Nabi dari Adam Hingga Isa, Versi Tahqiq

Share this post

PinIt
scroll to top