Peringatan Penting. Apakah Mengucapkan “Masya Allah”, Dapat Mencegah Mata Setan (‘Ain)?

Ilustrasi. (Foto: j-cul.com)

Ilustrasi. (Foto: j-cul.com)

Syahida.com – Saat kamu melihat sesuatu yang kamu kagumi, kamu harus mengambil tindakan pencegahan, meminta perlindungan dan pertolongan Allah SWT dari mata setan (penyakit ‘ain, pandangan mata karena hasad atau takjub yang digunakan setan untuk mendatangkan penyakit pada jasad atau musibah). Di bawah ini adalah tindakan pencegahan, sebelum itu terjadi.

Bagaimana Cara Mencegah Mata Setan?

Jika kamu ingin meminta bantuan dan perlindungan Allah dari mata setan, dan harap dicatat, ini berhubungan dengan pencegahan dari mata setan. Salah satu dari tindakan pencegahan sebelum segala sesuatu terjadi, jika seseorang menduga dirinya memiliki mata setan, Rasulullah SAW memberi kita panduan tentang hal tersebut.

Misalnya ketika kamu melihat anak kecil yang lucu, ketika kamu melihat anak kecil yang pintar, saat kamu melihat rumah yang bagus, saat kamu melihat sebuah mobil yang bagus, atau saat kamu melihat prestasi orang lain yang mengagumkan, kamu pastinya tidak ingin mata setan itu berdampak pada siapapun, jadi apa yang seharusnya ada di lidah seorang muslim adalah seperti apa yang disabdakan Rasulullah SAW pada kita, dan itu bukanlah kata-kata, “Masya Allah!”. Aku ulangi, bukan ucapan “Masya Allah”. Dan juga bukan “Laa ilaaha Ilallah.” Dan juga bukan “Allahumma Sholli Ala Muhammad”. Dan juga bukan “Masya Allah Laa Quwwata ila Bilah”. Dan juga bukan “Tabarakallah”, bukan salah satu dari semua itu. Semua itu memang ucapan baik, semua bagian dari dzikir, semua indah, semua kata itu biasa digunakan, tetapi semuanya harus digunakan pada saat yang tepat dan tempat yang tepat. Kamu bisa menggunakan semua tadi sebagai dzikir pada waktu yang kamu miliki sendiri. Pertanyaannya adalah, apa yang bisa digunakan untuk mencari pertolongan Allah dari mata setan. Apa aturannya?

Bila kamu ingin panduan yang tepat, pengobatan yang tepat, untuk mendapat pertolongan dan perlindungan pada Allah SWT dari mata setan, agar dirimu tidak menyakiti orang lain, maka ucapkanlah, “Allahumma barik lahu (untuk laki-laki)”. Yang artinya, “Semoga Allah memberkahimu.” Jika ia perempuan, “Allahumma barik laha”. Jika itu adalah sebuah mobil yang orang lain miliki, “Barakallahu laka fiiha (semoga Allah memberkahinya untukmu).” Membuat doa untuk memberkahi hal tersebut atau seseorang.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda dampak dari mata setan adalah nyata. Lihatlah hadits ini, dari Umamah bin Sahl bin Hunaif, bahwasannya ayahnya telah menceritakan kepadanya : Bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pergi bersamanya menuju Makkah. Ketika sampai di satu celah bukit Kharar di daerah Juhfah, maka Sahl bin Hunaif mandi. Ia adalah seorang yang yang berkulit sangat putih dan sangat bagus. Maka ‘Amir bin Rabi’ah – kerabat Bani ‘Adi bin Ka’b – memandangnya ketika ia sedang mandi. ‘Amir berkata : ‘Aku belum pernah melihat seperti sekarang, juga tidak pernah melihat kulit wanita perawan bercadar’. Maka tiba-tiba Sahl jatuh terguling (karena sakit. Maka datang Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan dikatakan kepada beliau : “Wahai Rasulullah, apa kira-kira yang terjadi pada Sahl ? Ia (Sahl) tidak bisa mengangkat kepalanya dan sekarang ia belum juga sadar”. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya : “Apakah ada seseorang yang kalian curigai ?”. Mereka berkata : “Amir bin Rabi’ah telah memandangnya”. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggilnya lalu memarahinya dan bersabda : ‘Mengapa salah seorang diantara kalian hendak membunuh saudaranya ? Mengapa ketika kamu melihat sesuatu hal yang menakjubkanmu, kamu tidak memberkahi ?”. Kemudian beliau berkata kepadanya : “Mandilah untuknya !”. Kemudian ‘Amir mencuci mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya, jari-jari kedua kakinya, dan bagian dalam kainnya di dalam bejana. Kemudian (air bekas mandi itu) disiramkan kepadanya (Sahl) oleh seseorang ke kepalanya dan punggungnya dari arah belakangnya. Kemudian bejana tersebut ditumpahkan isinya di belakangnya. Maka setelah hal itu dilakukan, Sahl kembali bersama orang-orang dalam keadaan tidak kurang suatu apa (sehat kembali). ” (HR. Ahmad, Malik, dan Nasa’i)

Ia tidak diperintahkan mengucapkan “Masya Allah”, juga tidak mengucapkan “Laa ilaaha ilallah”. Ini adalah hadits yang shahih, ada dalam musnad Ahmad dan Ibnu Majah. Jadi mandi dengan air dari orang yang menyebabkan mata setan, itu adalah setelah kejadiannya. Tetapi sebelum itu, Rasulullah SAW bersabda, Kenapa kamu tidak berdoa memberkahi. Apa doanya? Apakah ia mengucap Masya Allah? Apakah ia mengucap Laa ilaaha ilallah? Apakah ia mengucap shalawat kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam?

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa untuk mencegah dampak dari matamu, buatlah doa keberkahan untuk saudaramu. Katakan, “Allahumma Bariik lahu (Semoga Allah memberkahimu)”. Jika ia perempuan, “Allahumma barik laha”. Jika tentang ilmu, “Barakallahulaka fii ilmik (Semoga Allah memberkahi ilmumu).” Jika itu adalah sebuah mobil, “Semoga Allah memberkahi mobilmu.” Beliau tidak bersabda: katakan Masya Allah (pada saat itu). Al Nawawi berkata, buatlah doa yang barakah, katakan, “Semoga Allah memberkahimu.”

Sebagian orang berkata, bagaimana dengan ayat dalam Qur’an tentang apa yang seharusnya kamu katakan ketika memasuki kebunmu, ucapkan, “Masya Allah Laa quwwata illaa billaah.” Allah SWT berfirman, “Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maa syaa-allaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (QS. al Kahfi: 39)

Ayat ini tidak ada kaitannya dengan perlindungan dari mata setan, dari hasad. Ayat ini menyampaikan untuk mengingatkan bahwa segala yang dimiliki seseorang adalah dari Allah dan agar jangan ada ego atau kebanggaan pada dirinya, bahwa semua adalah dari Allah, jadi ucapkan “Masya Allah Laa Quwwata ila billah”. Jadi “Masya Allah” artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”. Itu bagus untuk diucapkan saat kamu melihat hal yang baik, dan saat kamu melihat ciptaan Allah, dan saat kamu melihat yang kamu sukai, kamu mengucapkan, “Masya Allah”. Al Qurtubi mengatakan untuk mengomentari ayat ini, ia berkata: ini artinya, apapun yang kamu dapatkan, Allah berfirman, apapun kekayaan yang kamu dapatkan adalah dari Allah, bukan dari kemampuan dirimu sendiri.

Jadi kamu tidak bisa menggunakan “Masya Allah”, yang meski tentunya itu bagus, kata-kata yang indah, tapi kamu tidak bisa menggunakannya untuk melindungi dari mata setan. Kamu telah diberikan pengetahuan yang Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak pernah ajarkan, kamu akan memberikan  pengobatan kepada sesuatu, yang ternyata itu seluruhnya penyakit yang berbeda. Jika kamu melihat sesuatu yang kamu sukai atau kagumi, buatlah doa keberkahan untuk hal tersebut, “Allahumma barik lahu, Allahumma barik laha.”

Jika kamu memiliki anak dan mereka berkata, “Wow, dia cantik sekali.” “Wow, dia sudah bisa bicara di usia yang masih dini.” Jangan malu untuk mengatakan pada orang tersebut, dan orang lainnya untuk tidak melakukan kesalahan, lalu sampaikan padanya, “Ucapkanlah Allahumma barik lahu, buatlah doa keberkahan untuk anak ini.”

Jika kamu seorang penghafal dan berilmu banyak, atau jika kamu memiliki sesuatu yang bagus untukmu, atau pekerjaan, atau mobil, atau segala sesuatu yang seperti itu, dan kerabat atau temanmu melihatnya dan kamu tahu itu mungkin akan menyebabkan mata setan, maka katakan kepada mereka untuk membuat doa keberkahan. Menghidupkan kembali sunnah yang sudah ditinggalkan.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memberikan panduan saat datang ke walimah, saat kamu melihat pengantin baru, saat kamu datang kepada mereka, dalam Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda untuk mengucapkan kepada mereka, “Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair”, yang artinya, Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan.”  Ini adalah tindakan pecegahan dari mata setan.

Jika kamu menduga seseorang telah memiliki mata setan, dan itu adalah tanda pencegahan dari hal tersebut, dan lalu ada qur’an, ada dzikir yang tepat, jika kamu menyangka seseorang secara khusus, kamu bisa meminta orang tersebut untuk mandi, dan ambil air mandinya lalu siramkan kepada seseorang yang kamu duga dia terkena. Itu adalah cara penyembuhan setelahnya. Sama seperti flu, saat kamu tidak sakit flu, kamu pergi untuk mendapatkan suntikan vaksinasi. Tapi kamu tidak akan mendapatkan suntikan vaksinasi setelah kamu terinfeksi flu. Jadi sebelum seseorang terkena mata setan, untuk mencegahnya, salah satu caranya adalah ucapkan, “Allahumma barik lahu”. Jadi bukan mengucapkan “Masya Allah.” Adalah salah jika mengucapkan “Masya Allah”. “Masya Allah” tidaklah diucapkan untuk mencegah mata setan. “Masya Allah” tidak pernah disebutkan dalam hadits untuk digunakan mencegah mata setan. “Masya Allah”, kamu ucapkan saat kamu melihat langit yang indah, saat kamu masuk ke rumahmu sendiri yang tidak ada yang kamu takutkan maka ucapkan “Masya Allah”. Tapi saat kamu takut akan mata setan, dan kamu ingin mencegahnya, mintalah padanya berdoa kepada Allah untuk keberkahan pada orang tersebut atau pada segala hal yang dimilikinya, yang kamu pikir itu adalah hal-hal yang bagus. Jadi begitulah caranya. Kamu juga bisa membaca Qur’an sebagai pencegahan, tapi itu adalah yang saya sebutkan setelah seseorang terkena mata setan, lalu kamu bisa membaca Qur’an, berzikir, lalu kamu mandi dari bekas air orang yang kamu tahu secara khusus.

Kesimpulan dari apa yang saya sampaikan adalah, saat kamu melihat sesuatu yang kamu kagumi pada seseorang, ucapkan, “Allahumma barik” dan bukan mengucapkan “Laa ilaa ilallah”, juga bukan “Allahumma sholli ala muhammad”, bukan “tabarakallah”, bukan “Masya Allah”. Semua itu kata yang baik, kalimat yang bagus, tapi kalau untuk melindungi dari mata setan, kamu berdoalah kepada Allah untuk keberkahan pada hal tersebut atau pada orang tersebut, yaitu “Allahumma barik.” [Syahida.com/ANW]

===

Disampaikan oleh Shaykh Ahmad Musa Jibril via youtube

Share this post

PinIt
scroll to top