Kalau Anda Kehilangan Orang yang Dicintai Lalu Anda Bersabar Maka Allah SWT Akan Menggantinya Dengan Surga

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

Syahida.com – Anak adalah salah satu anugerah Allah yang agung. Dalam Al Qur’an, Allah SWT menceritakan tentang orang-orang shalih yang berdoa,

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyenang hati (kami) dari istri-istri kami dan keturunan kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqan [25]: 74).

Di antara hal terbaik yang memperindah kehidupan adalah harta kekayaan dan anak-anak. Keduanya adalah perhiasan dunia. Alangkah indahnya bila kamu melihat anak-anakmu tumbuh dan hidup bersuka cita dengan cahaya Islam, bersujud kepada Allah SWT., dan membaca Al Qur’an! Namun, kalau Allah SWT mengambil mereka semua, kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam shahih Bukhari diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Allah SWT berfirman: tiada balasan bagi hamba-Ku yang mukmin yang apabila Aku mencabut sesuatu yang ia cintai di dunia maka ia bersabar, kecuali surga.” 1

Allah SWT tidak mengatakan “mencabut anak, saudara, ayah, atau sahabat…” tetapi Dia mengatakan, “mencabut yang ia cintai…” sehingga bisa meliputi baik anak, saudara, ayah, atau sahabat. Jadi, kalau Anda kehilangan orang Anda cintai lalu Anda bersabar maka Allah SWT akan menggantinya dengan surga.

Dalam Sunan Tirmidzi diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika anak seorang hamba yang mukmin meninggal dunia, Allah SWT bertanya kepada para malaikat yang mencabut nyawanya -sedangkan Allah SWT lebih tahu – “Kalian mencabut nyawa anak hambaku yang mukmin?”

“Benar, wahai Tuhan.” Jawab malaikat. Padahal Allah SWT lebih tahu.

“Engkau cabut buah hatinya?”



“Benar, wahai Tuhan.”

“Lalu apa yang dikatakan hamba-Ku?”

Tanya Allah.

“Ia mengatakan ‘Alhamdu lillaah, inna lillahi wa innaa ilaihi rajii’un.’” Jawab malaikat.

Lalu Allah SWT berkata, “Bangunlah sebuah istana di surga untuk hamba-Ku tersebut dan namakanlah istana itu dengan ‘Baitul Hamd’.” 2 Hadits ini hasan.

Istana di sini bentuknya seperti rebana putih atau bintang permata yang tertulis ‘Qashrul hamd’ di atasnya. Seorang yang shalih akan masuk ke istana ini apabila dia sabar ketika Allah SWT mengambil anaknya.

Dalam hal seperti di atas, seorang wanita muslimah sama dengan lelaki. Bahkan dalam kisah kematian seorang anak, Rasulullah SAW secara khusus menyebut perempuan. Beliau bersabda, “ Tidak ada seorang pun perempuan di antara kalian yang merelakan kematian tiga anaknya kecuali ia mendapatkan pelindung dari api neraka.” Seorang perempuan bertanya, “Jika dua anak?” “sama” jawab Rasulullah SAW. Dalam satu riwayat seorang perempuan bertanya lagi, “Jika cuma satu?” Nabi menjawab, “sama.” 3

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan kematian seorang anak sebagai sarana untuk masuk surga yang luasnya seluas langit dan bumi. [Syahida.com/ANW]

—-

1 HR. Bukhari (6424) dan Ahmad (9127)

2 HR. Ahmad (19226) dan Tirmidzi (1021). Lihat Al-Misykat (1736)

3 HR. Bukhari (102, 1250, 7310) dan Muslim (2634).

====

(Sumber: Kitab Jangan Takut Hadapi Hidup, Karya: Dr. ‘Aidh Abdullah Al-Qarny, Penerjemah: Masrukhin, Penerbit: Cakrawala Publishing)

Share this post

PinIt
scroll to top