Pernyataan dan Permintaan Maaf Iblis Kepada Pengikutnya di Hari Kiamat

Syahida.com

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّـهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنفُسَكُم ۖ مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿٢٢وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ

Ilustrasi. (Foto: primasusetya.blogspot.com)

Ilustrasi. (Foto: primasusetya.blogspot.com)

“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah “salaam”.” (QS. Ibrahim: 22-23)

Pada ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan tentang perkataan iblis di hadapan para pengikutnya setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan keputusan-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala memasukkan orang-orang beriman ke dalam Surga yang bertingkat-tingkat dan menjebloskan orang-orang kafir ke dalam Neraka yang juga bertingkat-tingkat, maka pada hari itu iblis -makhluk terkutuk- berdiri di tengah-tengah mereka untuk menyampaikan pidatonya, supaya mereka yang dimasukkan ke dalam Neraka semakin merasa sedih, tertipu dan sangat rugi. Iblis berkata,

{ إِنَّ اللَّـهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ } “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar,” melalui lisan para Rasul-Nya: Jika kalian mengikuti ajaran para Rasul, maka Dia Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan keselamatan. Dan janji itu benar dan pasti dipenuhi. Sedangkan aku, maka aku pun telah berjanji kepada kalian, namun janji itu tidak bisa aku penuhi. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Syaithan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaithan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (QS. An-Nisaa’: 120).

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala selanjutnya (mengisahkan pernyataan iblis); { وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ } “Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu.” Yakni aku tidak memiliki dalil maupun bukti untuk kami pada apa yang aku janjikan { إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي } “Melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku,” padahal para Rasul yang diutus kepada kamu telah memaparkan dalil-dalil yang benar yang membuktikan kebenaran apa yang mereka bawa. Namun kamu melanggar seruan mereka, sehingga kamu pun bernasib seperti ini. { فَلَا تَلُومُونِي } “Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku” pada hari ini. { وَلُومُوا أَنفُسَكُم } “Akan tetapi cercalah dirimu sendiri.” Karena sesungguhnya dosa itu adalah milik kamu, karena kamu telah melanggar bukti-bukti yang nyata, dan malah mengikuti seruanku untuk suatu kebathilan, meski tanpa dalil maupun bukti. { مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ } “Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu.” Aku tidak dapat memberikan manfaat, pertolongan dan keselamatan kepada kamu untuk keluar dari siksaan yang sekarang kamu rasakan. { وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ } “Dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.” Yakni sebaliknya, kamu pun tidak dapat memberikan manfaat, pertolongan dan keselamatan untukku agar keluar dari siksaan yang aku terima.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala; { إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ } “Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu menyekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Qatadah berkata, “Yakni dengan sebab apa yang kamu sekutukan sebelumnya.” 1

Sementara Ibnu Jarir berkata, “Iblis berkata, ‘Sesungguhnya aku tidak terima dijadikan sebagai sekutu Allah SWT.” 2 Dan pendapat Ibnu Jarir inilah yang lebih rajih (kuat).

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala { إِنَّ الظَّالِمِينَ } “Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu,” ketika mereka berpaling dari kebenaran dan mengikuti kebatilan { لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ } “Bagi mereka siksaan yang pedih.”

Secara zhahir dari konteks redaksi ayat di atas terlihat bahwa perkataan itu berasal dari Iblis setelah mereka masuk ke dalam Neraka sebagaimana yang telah kami sebutkan sebelumnya.

‘Amir asy-Sya’bi berkata bahwa pada hari Kiamat nanti ada dua penyeru (khatiibaani) yang berdiri di hadapan seluruh manusia. (Pertama): Allah SWT berfirman kepada ‘Isa bin Maryam; { أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَـٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّـهِ } “Adakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang ilah selain Allah” sampai firman-Nya: { قَالَ اللَّـهُ هَـٰذَا يَوْمُ يَنفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ } “ Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka.” (QS. Al-Maaidah: 116-119).

‘Amir melanjutkan perkataannya: (Kedua) “Lalu berdirilah iblis terkutuk, ia berkata,

{ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي } “Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku.3 Hingga akhir ayat.

Setelah menyebutkan nasib orang-orang celaka yang ditimpa siksa dan kehinaan, dan pernyataan iblis kepada mereka, maka Allah menyebutkan nasib orang-orang yang bahagia, dengan firman-Nya; { وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ } “Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal shalih ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” Sungai-sungai tersebut mengalir padanya ke manapun dan di manapun mereka berada. { خَالِدِينَ فِيهَا } “Mereka kekal di dalamnya” tidak fana maupun berpindah, { بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ } “Dengan seizin Rabb mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam Surga itu adalah ‘salaam.’[Syahida.com/ANW]

—-

1 Ath-Thabari (XVI/564)

2 Ath-Thabari (XVI/561)

3 Ath-Thabari (XVI/562)

==

Sumber: Kitab Shahih Tafsir Ibnu Katsir jilid 5, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir

Share this post

PinIt
scroll to top