Sebab Turunnya Ayat, “Jika Datang Kepadamu Orang Fasik Membawa Suatu Berita, Maka Periksalah dengan Teliti”

Ilustrasi. (Foto: duniatimteng.com)

Ilustrasi. (Foto: duniatimteng.com)

Syahida.com – Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al Hujurat: 6)

Ayat yang mulia ini memiliki sabab nuzul (sebab turunnya ayat) yang banyak disebutkan oleh para ahli tafsir, dan singkatnya:

Bahwa al-Harits bin Dhirar al-Khuza’i r.a, pemimpin Bani Musthaliq, ketika masuk Islam, dia sepakat dengan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam agar Nabi mengutus kepadanya, pada waktu yang disepakati oleh mereka berdua, seseorang yang mengambil zakat Bani Mushtaliq.

Maka utusan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar, akan tetapi dia merasa takut sehingga dia pun kembali di tengah jalan, maka al-Harits bin Dhirar merasa aneh dengan keterlambatan utusan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dan pada waktu yang sama ketika utusan tersebut kembali kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, dia berkata,

“Wahai Rasulullah! Sesungguhnya al-Harits tidak mau membayar zakat kepadaku, malah dia ingin membunuhku.”

Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pun marah dan mengutus (beberapa orang) kepada al-Harits, maka para utusan yang dikirim Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bertemu dengan al-Harits bin Dhirar di tengah jalan, dan al-Harits berkata kepada mereka,

“Kalian diutus kepada siapa?”

Mereka menjawab, “Kepadamu!”

Al-Harits berkata, “Memangnya kenapa?”

Mereka menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengutus al-Walid bin Uqbah kepadamu, tetapi kamu tidak memberikan zakatmu kepadanya dan kamu malah ingin membunuhnya!”

Al-Harits berkatya,”Tidak, demi Dzat Yang telah mengutus Muhammad dengan haq, aku sama sekali tidak melihatnya dan dia tidak pernah datang kepadaku!”

Maka ketika Al-Harits masuk ke (kediaman) Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, Rasulullah bersabda kepadanya, “Apakah kamu tidak mau membayar zakat dan malah ingin membunuh utusanku?”

Al-Harits menjawab, “Tidak, demi Dzat Yang mengutusmu dengan haq, aku (sama sekali) tidak melihatnya dan dia tidak pernah datang kepadaku, dan aku tidak pernah menghadap kecuali ketika Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menahanku, karena aku takut itu akan menyebabkan kemarahan Allah dan Rasul-Nya.” (Perawi) berkata, “Maka turunlah Surat al-Hujuurat,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al Hujurat: 6)

Demikian haditsnya secara ringkas, dan hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang tidak mengapa (la ba’sa bihi) dan ia diperkuat dengan ijma’ yang dinyatakan oleh Ibnu Abdil Barr bahwa ayat ini turun berkenaan dengan kisah ini. [Syahida.com/ANW]

==

Sumber: Kitab 50 Prinsip Pokok Ajaran Al Qur’an Bekal Membangun Jiwa yang Kuat dan Pribadi yang Luhur, Karya: Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, Penerjemah: Abdurrahman, Lc. , penerbit: Darul Haq

Share this post

PinIt
scroll to top