Siapa yang Menghafal Sepuluh Ayat Pertama Surat Al-Kahfi, Maka Ia Terlindungi dari Dajjal

 

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Syahida.com – Imam Ahmad meriwayatkan dari al-Bara’, bahwa ada seorang laki-laki membaca al-Kahfi di dalam rumah yang terdapat binatang. Lantaran bacaannya itu, binatang tersebut pun pergi. Lantas ia memandang (ke atas) dan tiba-tiba datang gumpalan awan atau mendung yang kemudian meliputi dirinya. Lalu ia memberitahukan kejadian tersebut kepada Nabi SAW dan beliau bersabda:

Bacalah fulan (surah al-Kahfi), sebab yang kau alami adalah ketenangan yang turun berbarengan dengan al-Qur’an atau turun karena al-Qur’an (dibacakan).”

Hadits ini juga dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim dalam Shahiih-nya.

Surat ini terdiri dari 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Dinamai al-Kahfi artinya Gua dan Ash-habul Kahfi yang artinya Penghuni-Penghuni Gua. Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya. Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kemudian mengandung i’tibar dan pelajaran-pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.

Orang yang membaca surah al-Kahfi ini adalah Usaid Ibnu al-Hudhair sebagaimana telah disebutkan terdahulu pada tafsir surat al-Baqarah.

Imam Ahmad juga telah meriwayatkan dari Abu Darda’ dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda;

Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi, maka ia terlindungi dari Dajjal.” [HR. Ahmad]. Diriwayatkan juga oleh Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan at-Tirmidzi.

Dalam lafazh at-Tirmidzi berbunyi: “Barangsiapa yang menghafal tiga ayat pertama dari al-Kahfi, (maka ia terlindungi dari Dajjal).” Dan ia mengatakan; hadits hasan shahih.

Dalam Mustadraknya, al-Hakim mengeluarkan hadits tersebut dari Abu Sa’id dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda;

Siapa yang membaca al-Kahfi pada hari Jum’at, maka ia mendapatkan pancaran cahaya di antara dua Jum’at yang dilaluinya.”

Kemudian al-Hakim mengatakan; hadits ini sanadnya shahih, tapi al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh al-Hafizh Abu Bakar al-Baihaqi di dalam Sunan-nya dari al-Hakim. Kemudian al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanadnya sendiri bahwa Nabi SAW bersabda; “Siapa yang membaca surah al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka itu menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” [Syahida.com/ANW]

===

Sumber: Kitab Shahih Tafsir Ibnu Katsir jilid 5, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir

Share this post

PinIt
scroll to top