Nikmat yang Paling Menyenangkan Adalah Menjadi Orang yang Lapang Dada

Ilustrasi. (Foto: globe-views.com)

Ilustrasi. (Foto: globe-views.com)

Syahida.com – Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus Musa a.s dan adalah mula-mula do’a yang dipanjatkan oleh Musa a.s kepada Tuhannya ialah seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي ﴿٢٥

Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku.” (QS. Thaahaa (20): 25).

Yang demikian itu ialah saat Allah berfirman kepadanya:

اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ ﴿٢٤

Pergilah kepada Fir’aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas.” (QS. Thaahaa: (20): 24).

Allah SWT telah berfirman kepada rasul kita, Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam:

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?” (QS. Alam Nasyrah (94): 1).

Periksalah pada semua anggota tubuh Anda dan carilah pada bagian dalam tubuh Anda, bukankah Kami telah melapangkan bagi Anda dada Anda? Bukankah Kami telah membersihkannya dari kesusahan, kesedihan, dan kecemasan yang biasa dialami oleh kaum materialis saat mereka menyimpang dari manhaj Allah? Yaitu saat mereka membelakang dari ajaran laa ilaaha illallaah, saat mereka berpaling dari jalan hidayah yang telah ditunjukkan oleh Allah kepada manusia.

Bukankah Kami telah melapangkan bagimu dadamu? Sesungguhnya, demi ayah dan ibuku yang menjadi tebusannya, di antara nikmat yang paling menyenangkan bagi rasul pembawa petunjuk ialah beliau SAW menjadi orang yang paling lapang dadanya. Meskipun kesusahan dan kesedihan yang dialaminya dalam menyebarkan dakwahnya bertumpang-tindih, beliau SAW tetap berdada lapang.

Para shahabatnya banyak yang terbunuh, tetapi dada beliau tetap lapang. Diusir dari kampung halaman dan negeri tempat tinggalnya, beliau tetap berdada lapang. Kefakiran datang menimpa dirinya dan penyakit serta berbagai pertempuran dialaminya, tetapi beliau tetap berdada lapang, karena sesungguhnya beliau telah mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala.

فَمَن يُرِدِ اللَّـهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّـهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿١٢٥

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’aam (6): 125).

Apabila Allah hendak melapangkan dada hamba-Nya dan membuatnya bahagia di dunia dan akhirat, Allah melapangkan dadanya untuk beriman, menjalankan syariat Islam, shalat di masjid, membaca Al Qur’an dan rajin berdzikir.

Sesungguhnya kaum materialis mengalami kegagalan dalam merealisasikan kebahagiaan. Meskipun mereka tinggal di gedung-gedung, mendiami rumah-rumah tinggal yang mewah, memakai perhiasan emas, mengendarai mobil, dan ahli dalam membuat pesawat terbang, mereka gagal dalam beriman dan akhirnya mereka mendapati emas, gedung, rumah, dan mobil, serta pesawat terbang, sebagai laknat.

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ﴿٣٦﴾ وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ﴿٣٧

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS. Az-Zukhruf: 36-37).

أَفَمَن شَرَحَ اللَّـهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ اللَّـهِ ۚ

Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah.” (QS. Az-Zumar: (39): 22)

Perhatikanlah orang yang lapang dadanya. Sehari ia mendatangi masjid berkali-kali, dan berdzikir kepada Tuhannya untuk menambah kebaikannya.

Mahasuci Engkau, ya Tuhanku! Engkau bahagiakan orang ini sehingga berdada lapang dan Engkau butakan hati orang lain sehingga dadanya terasa gelap lagi sempit. Hanya Engkaulah yang memiliki kebijakan yang tiada taranya dan kekuasaan yang pasti terlaksana.

Sesungguhnya ada beberapa penyebab untuk melapangkan dada, baik yang bersifat materi maupun yang nonmateri, maka ambillah ia, wahai saudaraku yang muslim, agar dada Anda menjadi lapang. Insya Allah, dada Anda tidak merasa sempit dan tidak mengalami keluhan serta tidak perlu datang ke dokter ahli psikologi. Anda tidak akan mengalami depresi mental dan kondisi Anda tidak akan guncang, karena bersama Anda ada tabib hati. Anda mempunyai terapi yang hidup, tetapi bersikap baiklah dalam menggunakan terapi ini dan taatilah perintah sang tabib, yaitu Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. [Syahida.com/ANW].

==

Sumber: Kitab Hidupkan Hatimu, Karya: Dr. ‘Aidh bin ‘Abdullah Al-Qarni. Penerjemah: Bahrun Abubakar Ihsan Zubaidi, LC., Penerbit: Irsyad Baitus Salam

Share this post

PinIt
scroll to top