Saat Doa Terlambat Dikabulkan

Ilustrasi. (greenprophet.com)

Ilustrasi. (greenprophet.com)

Syahida.com Aku merenungkan secara seksama sebuah fakta yang mencengangkan. Seorang mukmin tertimpa suatu musibah, lalu ia berdoa dan terus berdoa, tapi ternyata keterkabulan tak jua menghampirinya. Saat keputusasaan telah mulai masuk ke jiwanya, ia menoleh ke dalam relung hatinya. Ia pun ridha pada takdir dan tak berputus asa dari rahmat Allah ‘Azza wa Jalla. Dalam kondisi demikian, biasanya doa akan segera dikabulkan oleh-Nya, karena saat itu iman tengah bercokol dan setan sudah berpamitan.

Dalam kondisi seperti itu pula tingkatan iman tiap-tiap orang bisa dibaca. Allah ‘Azza wa Jalla juga mengisyaratkan masalah ini dalam firman-Nya, “Hingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” (QS. AL Baqarah [2]: 214).

Hal yang sama juga terjadi pada Nabi Ya’qub ‘alaihissalaam usai kehilangan salah satu putranya. Walaupun waktu telah berjalan menjauh, ia tetap mengharapkan kepulangannya. Tapi ternyata putranya yang lain justru diambil lagi. Lagi-lagi ia tetap mempertahankan harapannya pada kedermawanan Allah dengan mengatakan, “Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku.” (QS. Yusuf [12]: 83).

Doa yang sama dipanjatkan Nabi Zakariya ‘alaihissalaam saat tertimpa hal yang sama, “Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.” (QS. Maryam [19]: 4).

Karena itu, jangan sekali-kali menganggap lama terkabulnya doa. Ingatlah dengan sungguh-sungguh bahwa Allah adalah Dzat yang memiliki segalanya. Dia adalah Dzat yang Mahabijaksana dalam mengatur. Dia adalah Dzat Yang Maha Mengetahui kemaslahatan.

Sadarlah bahwa Dia bermaksud menguji Anda untuk mengetahui isi hati Anda. Dia ingin melihat tindakan merendahkan diri Anda, Dia hendak mengganjar Anda atas kesabaran Anda dan perbuatan-perbuatan baik Anda lainnya.

Allah menguji Anda dengan menunda terkabulnya doa Anda agar Anda memerangi was-was iblis.

Pengetahuan-pengetahuan seperti itu bisa memperkuat keyakinan Anda pada kedermawanan Allah dan mendorong Anda untuk bersyukur kepada-Nya. Karena, Dia menguji Anda agar Anda mau meminta kepada-Nya dan ketidakmampuan yang memaksa Anda mengiba kepada-Nya sejatinya adalah puncak kekayaan Anda! [anw/syahida.com]

 

Sumber : Kitab Shaid Al-Khatir Nasihat Bijak Penyegar Iman, Ibnu Al Jauzi

 

Share this post

PinIt
scroll to top