Ya Allah, Penjara Lebih Indah dari Nafsu Dunia

Ilustrasi. (Foto : siaowie.wordpress.com)

Ilustrasi. (Foto : siaowie.wordpress.com)

Syahida.com – Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim al-Karim atau Ibnu al-Karim dihadapkan pada cobaan berat. Yusuf telah dibuang oleh saudara-saudaranya ke dalam sumur, dan dijualnya sebagai budak dengan harga murah. Kemudian Yusuf hidup di daerah asing dan ia diambil sebagai budak oleh Menteri Mesir yang beristri cantik (Zulaikha). Ketika Yusuf tumbuh remaja dan mulai besar, Zulaikha, mulai tergoda oleh ketampanan Yusuf. Yusuf pun meminta perlindungan kepada Allah hingga membuatnya dapat menolak rayuan Zulaikha. Zulaikha menuduh Yusuf ingin berbuat jahat terhadap dirinya. Akan tetap, Allah menampakkan kebenaran sehingga membuat sirna tuduhan itu.

Semua wanita di kota dikumpulkan oleh Zulaikha untuk menyaksikan ketampanan Yusuf. Ketampanan serta kebaikan Yusuf membuat mereka terpesona, sehingga tergodalah mereka oleh Yusuf. Mereka menasehati Yusuf untuk mematuhi perintah wanita pembesar istana itu, yaitu memenuhi permintaannya.

Dan para wanita di kota berkata, “Istri al-’Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya). Sesungguhnya cintanya kepada bujangnya sangatlah mendalami. Sesungguhnya kami kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.” Maka tatkala wanita itu Zulaikha mendengar cercaan mereka, diundangnyalah para wanita itu dan mereka disediakan tempat duduk dan masing-masing diberikan sebuah pisau (untuk memotong jamuan). Kemudian dia berkata (kepada Yusuf), “Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka.” Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata, “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.” Wanita itu berkata, “Itulah dia orang yang (karenanya) kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang yang hina.” Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Yusuf [12]: 30-34).

Nabi Yusuf berdoa kepada Allah, agar memalingkannya dari kejahatan dan tipu daya para wanita sehingga ia tidak melakukan kemaksiatan, meskipun nasib mengantarkannya ke dalam penjara.

Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (Yusuf [12]: 33)

Lalu Allah mengabulkan doa Yusuf dan dipalingkannya dari tipu daya mereka. Mereka memerintahkan untuk memenjarakannya, dan Yusuf pun masuk ke dalam penjara karena dizalimi dan ini yang telah ditakdirkan Allah. Yusuf menjadi jauh dari orang-orang zalim dan ia tidak bergaul lagi dengan mereka.

Tetapi kemudian, Allah memuliakan dan menolongnya melalui mimpi raja. Yusuf pun datang untuk menafsirkan mimpinya dan memberikan solusi atas masalah itu, bahkan ia mampu membuat kondisi perekonomian menjadi sukses dan selamat dari krisis ekonomi yang melanda, seperti kelaparan, sebagaimana yang hadir dalam mimpi Raja. Hal ini membuat sang Raja mengangkat Yusuf sebagai menteri yang diharapkan mampu mengatasi krisis di negeri itu.

Semuanya tertera dalam surat Yusuf secara keseluruhan dan dalam buku-buku tafsir serta sejarah.



Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada ajakan mereka kepadaku. Dan Jika tidak Engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.

Sumber : Agar Doa Dikabulkan Allah, Manshur Abdul Hakim 

Share this post

PinIt
scroll to top