Mengunjungi Dukun, Paranormal, Tukang Mantera Dan Pesulap

Ilustrasi. (wiznu-rendra.blogspot.com)

Ilustrasi. (wiznu-rendra.blogspot.com)

Syahida.com – Tak sedikit kalangan wanita dan mereka yang mengaku-ngaku muslimah, yang mengunjungi tukang sihir meminta untuk melakukan perbuatan sihir atau membatalkan sihir, atau melakukan yang mereka sebut dengan “Pelet” agar dapat menjaga bayi  yang lahir, atau agar suami tetap mencintai isterinya. Sebagian wanita lainnya pergi kepada ahli sulap meminta ajimat berupa gantungan atau rantai. Mereka meyakini, bahwa benang dan lubang jahitan dapat melindunginya dari penyakit serta mencegah dari kedengkian orang lain. Sebagian wanita lainnya ada yang pergi meminta bantuan kepada dukun maupun paranormal guna menanyakan masa depan atau tentang hal-hal yang ghaib. Wanita-wanita yang polos lagi lugu akan mudah mempercayainya lalu melaksanakan apapun yang diperintahkan para dajjal (pengikut syetan itu) dengan sangat rinci dan penuh keyakinan. Perilaku seperti ini akhirnya akan membuka bagi penyebaran sulap, takhyul-takhayul, bid’ah dan kemungkaran yang sebelumnya bermula dari kebodohan dan keyakinan para wanita atas kemampuan para dukun untuk menolak kejahatan dan menghasilkan kebaikan.

Perilaku Yang Benar

Perilaku ini jelas-jelas menyimpang dari ajaran tauhid. Dan seandainya menunjukan atas sesuatu maka tidak ada yang ditunjukan kecuali atas kebodohan belaka serta menunjukan atas keyakinan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semuanya ini tak ayal, merupakan suatu masalah yang sangat berbahaya karena akan menjerumuskan kepada perbuatan syirik yang terbesar.

Oleh karenanya, bagi orang terkena sihir atau semacamnya, janganlah sekali-kali meminta pertolongan para dukun maupun paranormal atau siapa pun selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sepatutnya, ia menjaga dirinya sendiri dengan berdzikir baik di pagi maupun sore hari, juga memperbanyak membaca ayat al-Qur’an dan senantiasa memohon pertolongan-Nya tanpa bermalas-malasan. Jangan pernah sekalipun meminta kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena yang memberi kebaikan, kemudharatan dan kesembuhan hanya Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya serta tidak ada yang mengetahui sesuatu hal ghaib melainkan Allah. Hal inisebagaimana disabdakan Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam:

Jikalau meminta maka mintalah kepada Allah dan jika engkau membutuhkan pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah Ta’ala. Dan ketahuilah, seandainya umat ini berkumpul-bersatu-agar dapat memberikan kebaikan kecuali kebaikan kecuali kebaikan yang telah ditentukan Allah untukmu. Demikian pula ketahuilah sesungguhnya seandainya umat ini berkumpul-bersatu-untuk menimpakan kepadamu suatu kemudharatan, maka tidaklah mereka dapt membahayakanmu kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah Ta’ala untukmu, dan catatan itu telah tertulis dan buku takdir telah ada.” (HR. At-Tirmidzi)

Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Jauhilah tujuh perkara yang terlarang…Rasul menyebutkan praktek sihir-setelah syirik kepada Allah Ta’ala.” (HR. Muttawaq’Alaih)

Dan ketika Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa sallam berjumpa dengan seseorang yang mengenakan gantungan (sebagai jimat) beliau bersabda: “Tanggalkanlah ia-jimat-sesungguhnya ia tidaklah menambahkanmu kecuali kehinaan, seandainya kamu meninggal dengan mengenakannya maka itu akan menjadi catatan burukmu dan kamu tidak akan mendapat keselamatan (dari siksaan).” (HR. Ahmad)

Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi dukun kemudian mempercayainya maka ia telah kafir terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad.” (HR. Abu Daud)

Kemudian vonis beliau terhadap orang-orang yang sekadar bertanya saja kepada dukun tentang suatu hal, tanpa mempercayainya; “Barangsiapa yang mendatangi orang pintar untuk menanyakan suatu perkara, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membentuk suatu ikatan, kemudian meniup-niupkannya mak telah bersihir, barangsiapa yang bersihir maka ia telah  mempersekutukan Allah.” (HR. An-Nasa’i)

Rasulullah bersabda,

Barangsiapa menggantungkan-mengenakan-ajimat maka Allah tidak akan menyempurnakan(nikmat) untuknya, dan barangsiapa yang menggunakan kerang sebaga ajimat, maka Allah tidak akan menjaganya.” (HR. Ahmad)

Dalam riwayat yang lain beliau bersabda; “ Barangsiapa yang menggantungkan-mengenakan-ajimat, maka ia telah memepersekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala” (HR. Al-Hakim)

Ketahuilah bahwasanya orang-orang pintar, ahli terka, paranormal dan lainnya tidaklah mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali dengan meminta perrtolongan jin dan setan, dimana keduannya telah mencuri pendengaran lalu menyampaikan apa yang mereka dengar ke telinga para dukun, paranormal, tukang sihir dan lainnya setelah menambahkan pada kalimat itu seratus kebohongan. Jadilah berita yang disampaikan, menjebak mereka ke dalam jeratan kemusyrikan dan kehinaan.

Perilaku mendatangi tukang sihir guna meminta pertolongan, baik untuk memuluskan jalan meraih pekerjaan atau mengikat cinta kasih dengan suami adalah perbuatan khianat yang membahayakan kecuali ke neraka, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi kita.

Penyihrir halal darahnya. Bagi pemerintah wajib membunuhnya, jika ia terbukti melakukan tindakan sihir.

Melakukan tindakan yang dapat membahayakan kaum muslimin, bukanlah sifat dari hamba-hamba Allah yang saleh dan bertakwa. Sebaliknya, ia merupakan sifat-sifat orang yang tersesat dalam kehidupan dunia sedangkan mereka beranggapan, bahwa mereka telah melakukan perbuatan kebaiakan. Dan bagi sosok demikian, di akhirat nanti akan mendapatkan adzab yang pedih dan akhir tujuan mereka adalah neraka dan kekal di dalamnya. Semoga Allah melindungi kita semua. [syahida.com]

 Sumber : Kitab 40 Kebiasaan Buruk Wanita, Abu Maryam bin Zakaria

Share this post

PinIt
scroll to top