Ketika Wanita Membuat Lelaki Tercengang

 

Ilustrasi. (Foto: rgbstock.com)

Ilustrasi. (Foto: rgbstock.com)

Syahida.com – Ini adalah kisah nyata di sebuah pasar.

Aku Berada di Pasar itu,

Ketika Engkau Membuat Lelaki itu Tercengang

Pada suatu pagi yang indah aku berjalan-jalan di sebuah pasar yang ramai, untuk membeli sesuatu. Tiba-tiba ada seorang lelaki berjalan di hadapanku dan menatapku dengan tatapan yang aneh seakan-akan ia mengenalku. Aku mengira ia mengenalku maka aku melepaskan senyum kepadanya. Aku menunggu ucapan salam darinya atau menyapaku. Tetapi orang itu tetap terdiam. Pada saat yang bersamaan aku mendengar suara sandal, atau suara hak sepatu yang dihentakkan ke tanah. Lelaki itu masih tetap menatapku. Penuh perhatian, tetapi tidak menyapaku. Pada saat itu aku teringat akan sebuah ayat dalam al-Qur’an, “Dan janganlah mereka (para wanita) memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS: An-Nur: 31)

Ayat ini membuat aku memahami tempat yang aku lewati itu. Pada saat itu aku baru sadar bahwa lelaki itu bukanlah menatapku. Itu tidak lain hanyalah hawa nafsu dan kelalaian yang menguasai dirinya sebagai lelaki malang yang mengikuti langkah-langkah setan, melalui seorang wanita yang tidak memahami ajaran agamanya, yang mempertontonkan keelokan dirinya dengan melenggak-lenggok, suara hak sepatunya yang menarik perhatian, busana kebarat-baratan yang dikenainya membuat seorang lelaki tercengang, sampai lupa diri dan lupa tempat yang dilaluinya.

Nasihat Mahal dan Berharga

Bolehlah kiranya aku mengingatkan kalian akan sebuah nasihat yang sangat mahal dan berharga, yang bersumber dari Allah Subhanahu  wa Ta’ala juga aku persembahkan untuk semua putri remaja yang cantik seperti dirimu. Ketahuilah bahwa semua ayat yang tertulis di dalam al-Qur’an adalah firman Allah Subhanahu  wa Ta’ala. Kalam Allah sangat mahal dan berharga. Setiap orang yang membaca, memahami, dan mengamalkannya pasti akan diangkat derajatnya.



Allah Subhanahu  wa Ta’ala berfiman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara kemaluaanya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung’.” (QS: An-Nur: 30-31). [Syahida.com]

Sumber: Jilbabku Pesonaku, Dr. Muhammad Fahd ats-Tsuwaini

 

Share this post

PinIt
scroll to top