Doa Adam Agar Dawud Panjang Umur

(Foto : pedulisehati.wordpress.com)

(Foto : pedulisehati.wordpress.com)

Syahida.com –  Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, Ketika Allah Subhanahu  wa Ta’ala menciptakan Adam dan meniupkan ruh ke raganya. Adam bersin dan berkata, “Segala puji bagi Allah,” ia memuji Allah Subhanahu  wa Ta’ala dengan izin-Nya.

Allah Subhanahu  wa Ta’ala berkata kepadanya, “Semoga Tuhanmu menyayangi-mu, wahai Adam. Pergilah kepada malaikat itu di tempat mereka duduk dan ucapkanlah salam kepada mereka.”

Adam berkata, “Assalamu’alaikum.” Mereka menjawab, “Wa’alaikum salam warahmatullahi wa barakatuhu.”

Adam kemudian kembali kepada Tuhannya dan Allah berkata kepadanya, “Inilah salam hormatmu dan salam hormat keturunanmu.”

Allah berkata, seraya menggenggam tangannya, “Pilihlah yang kamu sukai diantara keduanya.”

Adam berkata, “Aku memilih tangan kanan Tuhanku dari kedua tangan Tuhanku yang juga penuh berkah.” Kemudian Allah membuka kedua tangan-Nya, di dalamnya terdapat Adam dan keturunannya.

Adam berkata, “Ya Tuhan, siapakah mereka itu?” Allah menjawab, “Mereka adalah keturunanmu.”

Setiap manusia umurnya telah tertulis di antara kedua matanya, di antara mereka terdapat seorang lelaki yang paling bercahaya (Dawud) dan usianya tertulis hanya empat puluh tahun.

Adam berkata, “Wahai Tuhanku tambahkanlah umurnya (Dawud)!” Allah berkata, “Itulah umur yang telah ditentukan untuknya.”

Adam berkata, “Ambillah enam puluh tahun dari umurnya untuknya.” Allah berkata, “Kalau begitu, tinggallah di surga.”

Lalu adam tinggal di surga sebagaimana yang dikehendaki Allah, kemudian ia dikeluarkan darinya. Adam menghitung umur (nya), tiba-tiba datang malaikat pencabut nyawa kepadanya, Adam pun berkata kepadanya, “Kamu terlalu cepat, Allah telah memberiku umur seribu tahun.”

Malaikat Maut berkata, “Benar, akan tetapi kamu telah memberikan enam puluh tahun dari umurmu kepada keturunanmu, Nabi Dawud ‘alaihis salaam.”

Akhirnya, Adam membantah, sehingga anak keturunannya pun membantah. Ia lupa sehingga keturunannya pun lupa. Maka sejak itulah Allah memerintahkan untuk menulis kitab catatan amal dan mendatangkan saksi-saksi. (HR. Abu Hatim) [Syahida.com]

Sumber: Agar Doa Dikabulkan Allah, Manshur Abdul Hakim 

Share this post

PinIt
scroll to top