Inilah Neraka Jahannam

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Syahida.com – Hal pertama yang terjadi pada orang ini, saat dia mengalami sakaratul maut. Keluarganya duduk mengelilinginya. Malaikat maut menghampiri orang ini. Kau dikelilingi keluargamu tapi kau merasa sendirian karena hanya kau yang bisa melihat malaikat ini.

Dan kau berusaha berkata kepada keluargamu.. . “Tolong aku.. tolong aku” . Tapi mereka tak bisa menolongmu, lalu malaikat itu berkata . “Hai roh jahat terimalah murka dan Azab Allah” . Kau berada di kuburmu dan kau hanya bisa mendengar derap langkah mereka, saat mereka meninggalkanmu .

Tapi apa kau tahu jalan lain untuk menghindar? Apa kau tahu jalan lain untuk sembunyi? Apakah kau punya sesuatu untuk melindungimu? Api neraka masuk ke kuburnya . Dan kuburnya menghimpitnya sangat keras. Sampai tulang rusuknya mulai beradu satu dengan yang lain.

Datangnya api neraka

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Dan api neraka bukanlah kubangan saudara saudariku… Tapi itu makhluk buas yang mengamuk dan meraung. Yang diikat dengan 70 ribu rantai dan Dipegang oleh 70 ribu malaikat

Tak ada pemandangan yang lebih menakutkan pada hari pembalasan selain pemandangan itu. Semua ciptaan Allah. Para syuhada, para nabi, para muslim dan non muslim. Mereka semua akan berlutut. Mereka semua berkata… “Wahai Allah.. Lindungilah Kami”.

Api neraka adalah tempat yang sangat menyengsarakan. Sangat menyakitkan. Dari seluruh tingkatannya yang bisa kau bayangkan. Fisik, mental, spritual, kepedihan, penderitaan dan azab. Manusia akan menangis pilu meminta air. Mereka menangis untuk meminta minum. Sesuatu untuk menyejukkan mereka dan mereka akan diberikan air. Mereka  akan diberikan minum tapi berupa air yang mendidih. Yang akan melumat wajah mereka dan membakar isi tubuh mereka. Inilah api neraka.

Malaikat penjaga neraka bernama Malik. Dia tak pernah tersenyum sejak pertama neraka diciptakan. Dia tak punya belas kasihan, dia tak punya rasa empati. Dia tak berempati terhadap semua jenis kengerian. Tak punya perasaan dan tak punya belas kasihan pada siapapun. Neraka itu, saudaraku, sesuatu yang Demi Allah, tak boleh diremehkan. Mereka berkata, “Ya, Tuhan kami. Tolong keluarkan kami dari sini. Keluarkan kami dan biarkan kami perbaiki diri lagi, beri kami kesempatan lagi. Jika kami mengulangnya lagi maka kami sungguh penindas diri kami sendiri”. Dan Allah bahkan tak menjawabnya. Allah tak mau bicara pada mereka. Sebagian orang memiliki harapan palsu, ia berseru “Tuhan pasti akan mengampuniku”. Kau sakit, kau harus mengobati dirimu sendiri.. . Tuhan tak bisa dibodohi, Subhanahu Wa Ta’ala.



Sakaratul Maut

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Kita hidup di dunia seolah-olah kita akan kekal di sini. Banyak dari kita yang tak pernah memikirkan saat kematian kita. Banyak dari kita merasa di sinilah kita akan kekal selamanya. Seolah Allah SWT memberi kita kehidupan yang abadi dan kita akan kekal di dunia selamanya. Dan tak seorang pun di sini yang tahu seperti apa sakaratul maut yang akan dialaminya.

Hal pertama yang terjadi pada orang ini saat dia mengalami sakaratul maut, keluarganya akan duduk mengelilinginya. Kekasihnya berdoa untuknya. Dan ini mungkin saja kita. Malaikat maut menghampiri orang ini. Malaikat maut dan para anggotanya, mereka datang dan berwajah hitam. Dan ini adalah makhluk yang belum pernah kau lihat semasa hidup. Saat itu kau dikelilingi keluargamu tapi kamu merasa sangat sendirian. Karena hanya kau yang dapat melihat malaikat ini. Dan kau berusaha berkata pada keluargamu, “Tolong aku”. Tapi mereka tak bisa menolongmu. Lalu malaikat ini menghampiri, dan mereka datang dengan aroma yang buruk. Dan mereka datang dengan kain kafan yang lusuh dari neraka. Kau duduk di situ dan ingin berteriak tapi suaramu tak keluar. Lalu malaikat maut menghampiri dan duduk di kepalamu. Lalu dia berkata, “Hai roh jahat. Keluar dan terimalah murka dan azab Allah.”  Dan ruh-mu sembunyi dibalik jasadmu karena dia tak mau keluar. Jadi, ruh-mu sembunyi dibalik jasadmu. Lalu malaikat itu memukul dan menarik ruh-nya. Nabi SAW bersabda, “Ruhnya dipindahkan seperti tusuk sate panas”. Jadi bayangkan kain wol basah dan caramu menarik dahan duri, caranya mengoyak dan mencabik kain wol itu. Dan begitulah cara malaikat itu mengoyak nadi dan ototmu.

Orang itu pun merasa amat kesakitan. Lalu mereka naik ke surga pertama. Dan mereka mengetuk pintu surga itu. Pintu itu bertanya, “Siapa?” Dan malaikat yang membawa ruh-mu, memanggilmu dengan nama buruk dimana kau dikenali di dunia ini. Lalu Allah SWT perintahkan malaikat itu agar tak membuka pintu surga pertama itu. Lalu ruh orang itu dijatuhkan dari surga pertama ke kuburnya.

Saat Dalam Kubur

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Kita lanjutkan kini ke orang-orang yang telah memakamkan dia. Dan dia bisa dengar derap langkah mereka. Kau ada di kuburmu dan bisa mendengar langkah kaki mereka saat meninggalkanmu. Mereka orang-orang tempatmu mengadu di dunia saat kau sedang kesulitan, saat kau membutuhkan saran atau bantuan. Mereka mengubur dan meninggalkanmu. Lalu orang ini, ruh jahat ini, berteriak, “Jangan tinggalkan aku! Mau kemana kalian? Kenapa kalian meninggalkanku sendirian?”. Tapi orang-orang itu tetap pergi.

Lalu tiba-tiba dari kejauhan, dia melihat dua malaikat. Dua malaikat yang menakutkan menghampirinya. Mereka bernama Munkar dan Nakir. Mereka berwajah hitam dan biru. Bayangkan, kau tak pernah melihat ini dan mereka menghampirimu. Tapi apa kau bisa lari? Apa kau bisa sembunyi? Apa kau punya sesuatu yang bisa kau pakai untuk melindungi dirimu? Lalu mereka duduk di kuburan orang itu. Dan menanyakan 3 pertanyaan padanya. Tapi malaikat-malaikat ini amat kasar. Mereka tak akan bertanya padamu dengan sopan. Pertanyaan pertama, “Siapa Tuhanmu?”.  Dan orang ini tak mengenal Allah SWT. Dia tak tahu soal syirik. Dia hanya menjalani hidupnya. Dia tak peduli. Dia terlalu sibuk mengejar ne4dunia. Jadi dia berkata, “Aku tidak tahu”. Lalu mereka akan bertanya, “Apa agamamu?”. Dan orang ini terlalu sibuk. Dia pergi di Hari Jumat dan lakukan Sholat Jumat. Tapi setelahnya dia tak shalat. Shalat Ied, tapi setelahnya tak shalat. Dia tak tahu agamanya. Dia tak peduli dengan agamanya. Jadi, dia akan menjawab, “Aku tidak tahu”. Lalu pertanyaan ketiga, “Siapa orang yang diutus kepadamu?” Dia akan menjawab, “Aku tak tahu. Aku dengar kata orang, mesjid tempat yang pernah kudatangi, katanya ini dan itu, tapi kini aku tak bisa mengingatnya.”

Lalu terdengar suara. Malaikat diperintah untuk menghiasi kuburnya dengan perhiasan neraka Jahannam. Lalu orang ini diperlihatkan sebuah tempat di surga. Dan dia berkata, “Inilah yang menantimu jika kau patuhi Allah dan Nabi SAW.” Lalu, api neraka Jahannam memasuki kuburnya. Lalu kuburnya menindihnya sangat kuat. Sangat keras, sampai rusuknya mulai beradu satu sama lain.

Lalu dia melihat orang buruk rupa beraroma busuk dan menghampirinya. Dan dia duduk bersamanya di kuburnya. Orang ini pun berkata… “Siapa kau? Sungguh Allah mengutukmu, wajahmu membawa keburukan.” Lalu orang ini menjawab, “Aku amalan burukmu. Dan aku akan menemanimu hingga Hari Kiamat.” Jadi, dia tak hanya dihukum di kuburnya, tapi dia juga ditemani orang berbau busuk. Lalu Allah menugaskan malaikat-Nya yang buta, tuli dan bodoh. Yang di tangannya terdapat tongkat besi yang jika dipakai memukul gunung, gunung itu akan berubah menjadi debu. Dia memukul orang itu hingga jadi debu. Lalu dia dipulihkan kembali ke bentuknya semula dan dia pukul kembali. Dan orang ini, si orang yang mati tadi, berteriak sekeras-kerasnya. Yang dapat didengar semua makhluk kecuali manusia dan jin. Dan dia terus memukulnya hingga Hari Kiamat. Nabi SAW bersabda, “Aku akan berdoa kepada Allah agar kalian bisa mendengar azab kubur… tapi aku takut jika kalian mendengarnya, kalian tak akan menguburkan mereka yang telah meninggal.”

Kini, mari kita lanjutkan ke Hari Kiamat. Hari Pembalasan…

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Datangnya api neraka. Perimeter telah diamankan. Ada banyak malaikat mengelilingi kita. Tak ada yang bisa kemana-mana. Semua ciptaan Allah ada di tengahnya. Lalu Allah memanggil keluar Api Neraka. Api neraka bukan lobang, saudara-saudaraku. Tapi itu makhluk buas yang mengamuk dan meraung. Yang diikat 70 ribu rantai. Yang dipegang oleh 70 ribu malaikat. Allah dan para malaikat berdiri dengan berbaris. Lalu Api neraka pun muncul. Saat api neraka muncul, saudara-saudariku… Tak ada pemandangan lain yang mengerikan. Pada hari pembalasan selain pemandangan itu. Bahkan Nabi SAW berkata kepada Umar. “Meskipun kau telah melakukan kebajikan 70 orang Nabi, kau tetap akan takut pada saat itu”. Saat api neraka datang, saudaraku… Semua ciptaan Allah, para syuhada, nabi, muslim, non muslim, mereka akan berlutut. Kau akan lihat seluruh umat berlutut. Mereka semua berkata, “Ya Allah, lindungilah kami.” Api neraka datang dengan berteriak dan meraung. Kepala api neraka pun muncul. Seperti orang-orang yang pergi ke surga tanpa dihisab atau penghakiman apapun. Juga ada orang-orang yang pergi ke neraka tanpa dihisab. Jika api neraka memandang ke arahmu, berarti kau salah satu penghuninya. Jadi, setiap orang, mata mereka melihat ke bawah. Mereka takut untuk menengadah. Dan yang bisa mereka dengar hanya teriakan dan raungan. Saudaraku, aku ingin kau mendengar dialog ini. Aku mau kau mendengar firman Allah yang turun dari langit ketujuh, “Apakah Aku tak memberitahumu, wahai anak Adam? Janganlah kamu menyembah setan. Karena dia musuh yang nyata bagimu. Dan hanya Akulah yang patut kalian sembah. Inilah jalan yang lurus.” Allah akan katakan ini pada kita. “Sungguh, setan akan melakukan tipu daya dan menyesatkan kebanyakan kalian. Tak bisakah kalian menyadarinya? Tak bisakah kalian renungkan ini? Inilah api neraka yang Kujanjikan. Inilah dia”.

Semoga Allah melindungi kita, saudara-saudariku. Ini bukan gurauan. Dan semua orang berlutut dengan wajah menunduk. Dan berkata… “Ya Allah. Lindungilah kami.”

Neraka

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Saudaraku… Mari kita bahas soal neraka. Neraka adalah tempat yang telah diciptakan Allah SWT. Saat Allah menciptakan neraka, Allah berkata, “Wahai, Jibril… Pergi dan lihatlah api neraka-Ku”. Lalu Malaikat Jibril melihat api neraka. Dia kembali kepada Allah dan berkata, “Wahai, Allah…Siapapun yang mendengar api neraka, mereka tak akan mau masuk ke dalamnya”. Lalu Allah berikan di sekeliling api neraka, dihiasi dengan godaan dan kemudahan. Lalu Allah berkata kepada Jibril, “Sekarang pergi lihat api neraka-Ku”. Dan Jibril pun kembali dan berkata, “Allah, aku takut tak ada yang bisa lolos”.

Api neraka adalah tempat dari penderitaan yang sangat hebat. Kepedihan yang sangat hebat dari seluruh tingkatan yang bisa kau bayangkan. Secara fisik, mental, penderitaan spiritual, kepedihan dan siksaan. Ini adalah tempat di mana Allah SWT akan membakar kulit manusia. Lalu Dia akan memulihkan kulit mereka kembali dan membakarnya kembali. Agar manusia di sana akan merasakan azab. Itu tempat yang panas, pedih. Manusia akan menangis meminta air. Menangis meminta minum. Sesuatu untuk menyejukkan mereka dan mereka akan diberikan air. Mereka akan diberikan minum tapi berupa air mendidih. Yang akan melumat wajah mereka dan membakar isi perut mereka. Mereka akan minum dari sungai. Sungai yang terbuat dari nanah, yang mengalir dari luka para penghuni neraka. Luka para penghuni neraka akan mengeluarkan nanah. Dan nanah ini akan menyatu membentuk sungai. Dan inilah yang bisa mereka minum.

ne7Makanan mereka adalah pohon Zaqum. Pohon, di mana buahnya berbentuk seperti kepala iblis. Dan pohon ini sangat pahit. Sehingga, jika orang berusaha memakannya, mereka tak bisa memakannya tapi mereka akan memaksa memaksa memakannya. Karena tak ada lagi yang bisa dimakan di neraka. Tempat di mana orang tak akan bisa hidup maupun mati. Tempat di mana orang akan jatuh dalam keputusasaan. Berdebat satu sama lain. Memperingatkan satu sama lain. Mengkritik satu sama lain. Api akan mengepung mereka dari segala penjuru. Azab terkecil di neraka… adalah seseorang memakai sepasang sandal dari api. Dan otak mereka akan mendidih. Itulah seringan-ringannya hukuman. Dan mereka akan berpikir bahwa mereka mendapatkan hukuman yang paling berat. Padahal itu hanya sebagian kecil dari hukuman. Inilah api neraka.

Nabi SAW sedang berjalan dan mereka mendengar suara gemuruh. Dan sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, suara gemuruh apa itu?” Nabi menjawab, “Ini adalah batu yang terhempas dari neraka, 70 tahun lalu. Kini, batu itu mencapai dasar bumi.” Neraka tak terbayangkan besarnya. Sangat besar. Rasul SAW menggambarkan ukuran orang yang memasukinya, sabdanya, “Gigi belakang atau salah satu gigi… dari orang-orang yang memasuki neraka, akan sebesar Gunung Uhud.” Jadi, jika giginya saja sebesar gunung, bisa kau bayangkan besar tubuhnya? Dan tebal kulit penghuni neraka… setebal mengendarai kuda tercepat selama 3 hari. Karena semakin besar objeknya semakin lama terbakarnya, bukan?

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Neraka, saudaraku, sesuatu yang Demi Allah, tak boleh dianggap remeh. Mayoritas alasan kenapa muslim masuk neraka selama beberapa saat karena dosa yang kita anggap enteng. Itu dilarang tapi bukan dosa besar dan tak menganggapnya penting. Kita bilang, “Itu cuma dosa kecil. Tak apa. Cuma kecil saja. Itu Cuma ciuman biasa. Cuma sepintas. Cuma bohong biasa. Itu cuma kecurangan kecil, cuma pencurian biasa. Cuma sekali. Tak apa.” Kau terus melakukan dan mengulanginya. Itu bahayanya. Jadi, Rasul SAW berkata dengan sedih, “Banyak dari manusia dari umatku akan masuk neraka karena mereka menganggap dosa kecil hal biasa, dan karenanya menjadi kebiasaan bagi mereka.”

Jadi, sebagian orang punya harapan palsu. Tuhan akan mengampuniku. Kau sakit, kau harus sembuhkan dirimu. Tuhan tak bisa dikelabui, Subhanahu wa Ta’ala. Saat sebuah ayat turun menyatakan bahwa azab Allah pasti akan tiba, sebagian sahabat Nabi menangis dan merengek seperti bayi. Umar RA saat berada di atas untanya, terjatuh dan pingsan berjam-jam. Dan mereka akan diberi makan-makanan yang akan membuat mereka tersedak. Dan akan ada siksaan yang pedih. Mereka yang tak beriman dengan tanda-tanda Kami, Allah berfirman, mereka akan terbelenggu. Perhatikan ayatnya, “Setiap kali kulit mereka terbakar, Kami akan pulihkan lagi lapisan kulitnya karena satu alasan, agar mereka merasakan kepedihan.” Allah Maha Bijaksana, Maha Kuasa dan Maha Perkasa.

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Saudara-saudariku seagama dalam Islam..  Jadi, para penghuni neraka kini dibakar. Mereka akan diberi pakaian yang terbuat dari beberapa jenis api. Mereka diberi awan yang mirip dengan awan hujan. Tapi saat hujan, yang turun hujan asam. Saat mereka diberi makan, saat dimakan, mereka tersedak. Dan Allah berfirman dalam Al Qur’an, “Usus mereka hancur, mereka meminum cairan tertentu yang saat wajah mereka dekat dengan makanan, kulit wajah mereka mulai terbakar dan meleleh ke dalam mangkuk.”

Ada banyak deskripsi yang tak bisa dibayangkan dalam hati. Mereka mulai berteriak dengan suara ketakutan yang sangat menganggu., berkata, “Ya Tuhan kami. Tolong keluarkan kami. Keluarkan kami dan ijinkan kami mencoba lagi, beri kami kesempatan lagi. Jika kami mengulanginya lagi, maka kami jelas menindas diri kami sendiri.” Dan Allah tak menjawab mereka. Bahkan Allah tak mau bicara dengan mereka. Saat mereka berteriak seperti itu, para malaikat di neraka menjawab dengan siksaan. Mereka berkata, “Diam, tenanglah! Jika kalian dikembalikan, kalian akan mengulangi hal yang sama. Kami telah beri kalian kesempatan, peluang dan peringatan, kalian mendengarnya, kalian memahaminya tapi kalian malah mengejek mereka yang memperingati kalian. Kalian mengolok mereka yang memperingatkan kalian. Kalian mempermainkan ayat Allah dan utusan-Nya.” Itu semua tertuang di Al Qur’an. Malaikat terus menjawab mereka dengan pengejekan ini.

Penjaga mereka bernama Malik. Dia tak pernah tersenyum sejak hari neraka diciptakan. Dia tak punya belas kasihan, tak berperasaan atau kepekaan. Dia tak sensitif dengan berbagai macam kengerian. Tak berperasaan, tak kenal ampun kepada siapapun. Dan dia satu-satunya malaikat di surga yang disebutkan Nabi SAW ketika dinaikkan ketika Isra Mi’raj. Nabi menyapanya dan dia hanya menjawab tanpa tersenyum. Malaikat lain tersenyum dan menyambutnya, dia cuma menjawab, “Wa’alaikumussalaam”. Nabi bertanya, “Siapa ini?” Jibril AS menjawab, “Dia Malik. Dia tak pernah tersenyum sejak hari pertama neraka diciptakan.” Itu dicatat dalam sebuah hadits, “Seseorang yang hidup bermewah-mewah di dunia akan dimasukkan ke neraka selama beberapa detik.” Lalu dia akan ditanya, “Apa kau ingat dengan kemewahan itu?” Dia akan mejawab, “Sumpah demi Allah, aku tak pernah menikmati kemewahan di hidupku.”  Dia melupakan kemewahan itu karena kepedihan tersebut.

Para penghuni neraka akan berkata pada malaikat yang menyiksa mereka. Lalu pada penjaga neraka, mereka akan bertanya, “Tolong, mintalah Tuhanmu untuk mematikan kami, hancurkan kami, kami tak mau hidup lagi.” Jawabannya baru tiba setelah 1000 tahun. Mereka tak sabar menunggu jawabannya. Bisa kau bayangkan? Sebuah harapan cemas yang kini akhirnya musnah. Jawaban yang datang kepada mereka, “Kalian akan kekal di sana selamanya.” Dan para non muslim, kaum kafir, penolak beriman dan para penentang akan berkata di neraka, “Andai saja aku diubah menjadi tanah saja.” Allahu Akbar.

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Dalam sebuah hadits disebutkan sebagian penghuni neraka.. Para pezina, apa hukuman mereka? Ada sebuah sumur di neraka di mana para pezina disiksa di sana berkali-kali. Mereka digantung dengan kait dari kemaluan mereka ke dada mereka. Dan api dari dasar neraka akan membara dan membakar mereka berulang kali. Baik pria dan wanita pezina, harus makan dan minum dari kotoran mereka, yang keluar dari para penghuni neraka di belakang maupun dari depan mereka. Inilah makanan mereka.

Dalam hadits lain, Rasul SAW berkata tentang, orang yang memakan bunga atau riba, saat mereka tidak memerlukannya dan mereka yang berzina dan pezina, lalu orang yang menikah, kau melakukan hubungan intim secara haram dengan wanita lain dan seterusnya. Nabi bersabda, “Ada lembah di neraka yang terdapat kalajengking dan ular. Dan kalajengking itu ukurannya sebesar unta dan sapi. Saat mereka menyengat orang itu, mereka akan merasakan racun selama 1000 tahun.” Kita mohon kepada Allah SWT agar melindungi kita dari hal itu.

Ada banyak jenis siksaan di neraka. Kita mohon pada Allah agar terhindar dari situ. Masih ada muslim di neraka. Dan para penghuni neraka yang diizinkan diberi syafaat. Syafaat bagi orang, anggota keluarga dan teman mereka. Mereka akan dipanggil dan berkata, “Kau punya kesempatan untuk selamatkan anggota keluarga dan temanmu di neraka.” Para penghafal Al Qur’an yang menjalankan isinya, ikutlah. Para syuhada, ikutlah dan seterusnya. Lalu mereka akan diberi syafaat.

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Nabi SAW berkata dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda, “Siapapun yang memiliki rasa tauhid meski seberat atom, hanya beriman kepada Allah baik dalam keyakinan dan tindakan, akan diselamatkan dari neraka. Suatu saat, mereka akan diselamatkan. Cepat atau lambat.” Ini harapan, tapi jangan puas dulu.

Akan ada orang yang selalu melakukan shalat, tapi berakhir di neraka. Tak masuk akal. Dijelaskan dalam ayat di Al Qur’an dimana Allah SWT berfirman, “Neraka bagi mereka yang shalat, mereka yang shalat.. mereka lalai akan shalat mereka.”

Jadi, mereka melakukan shalat tapi ceroboh dalam shalatnya. Terkadang, mereka shalat tanpa berwudhu. Ada pula orang yang melakukan kebajikan, cuma untuk pamer di depan orang lain. Jadi, saat shalat, mereka shalat untuk menyenangkan orang lain. Atau agar terlihat seperti orang baik. Mereka ini akan masuk neraka. Sebagian mereka yang shalat murni karena Allah SWT atau melakukan kebaikan murni karena Allah SWT. Usai dibakar akan terdapat tanda di kening mereka. Dan Nabi Muhammad SAW setelah manusia memasuki surga, beliau terus keluar-masuk berkata, “Tuhanku, masih ada umatku di neraka, kumohon selamatkanlah mereka. Tuhanku, janji-Mu amat tepat dan inilah janji-Mu kepadaku.”  Allah hanya beri janji ini kepada Nabi Muhammad SAW, bukan nabi-nabi lain. Hanya beliaulah satu-satunya yang diizinkan menyelamatkan pengikutnya. Tak ada nabi lain yang diberi keistimewaan ini. Jadi, kita diistimewakan untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW, benar?

Lalu Allah akan berkata kepada para malaikat, “Penuhilah permintaan utusan-Ku SAW”. Karena Allah amat mencintainya. “Pergilah!” Semua muslim beriman yang berada di neraka, yang memiliki rasa Tauhid meski seberat atom, “Keluarkan mereka!” Para malaikat akan mencari mereka dan tahu dari tandanya. Tandanya, bercak di keningnya seperti yang dijelaskan dalam hadits shahih tadi. Para malaikat akan menyelamatkan dan mengeluarkan mereka. Dan mereka dibawa ke sungai khusus. Sungai Kehidupan. Mereka akan dibawa ke sana. Mereka tak sadar dan tubuh mereka hangus. Terbakar. Mereka akan ditempatkan ke sungai ini dan disucikan. Lalu ditempatkan di tepian sungai. Tiba-tiba tubuh mereka berubah dari buruk menjadi indah. Dari gelap menjadi cerah. Dan mereka tetap akan memiliki satu tanda. Di tempat yang sama di kening mereka. Menjadi tanda di surga. Orang-orang akan tahu mereka adalah orang-orang yang diselamatkan dari neraka. Orang-orang itu akan tersenyum dan mencintai mereka. Lalu orang-orang itu akan menghampiri mereka dan menyebut mereka orang-orang malang di surga. Mari kita mohon kepada Allah SWT untuk menyelamatkan kita dari neraka.

Ya, Allah. Lindungi kami dari dosa yang menyebabkan kami masuk neraka. Kita mohon kepada Allah SWT untuk mengampuni dosa-dosa kita. Dia (Allah) Maha Pengampun dan mohon kepada-Nya diberikan surga, berjumpa dengan-Nya dan utusan-Nya Nabi SAW di surga. [ANW/Syahida.com]

Share this post

PinIt
scroll to top