Saat Merasa Sedih, Apa yang Harus Dilakukan? Lakukan 6 Hal Ini Untuk Atasi Rasa Sedih

Syahida.com – Saudara dan saudariku, kita adalah manusia. Adalah normal dan alami bila terkadang kita merasa sangat bahagia, dan terkadang merasa sedih. Jadi kapan kita merasa bahagia, kita perlu menanyakannya pada diri kita sendiri, apa yang bisa membuat kita bahagia? Jika bahagia itu adalah hubungan yang kamu miliki dengan Allah SWT, maka itu adalah sesuatu yang kekal. Jika bahagia itu adalah sifatnya materi yang berhubungan dengan dunia ini, maka ingatlah bahwa itu hanya sementara. Akan tiba hari di mana Allah SWT akan mengujimu dengan memutarbalikkannya. Itu suatu keniscayaan.

Allah SWT telah berfirman, bahwa kalau kamu diberi sesuatu, tidak ada jaminan bahwa hal tersebut akan selamanya bersamamu. Dalam sebuah ayat di Surat Al Baqarah, Allah SWT menjelaskan bahwa Allah pasti akan menguji setiap manusia, dengan sedikit ketakutan, sedikit kelaparan, dan dengan beberapa jenis kehilangan. Itu adalah ayat yang panjang, tapi apa yang ingin saya perlihatkan adalah saat kita merasa sedih, apa tepatnya yang harus kita lakukan?

1. Jangan Bersedih, Pahami Dunia Hanya Sementara

Ilustrasi. (Foto: toptenz.net)

Ilustrasi. (Foto: toptenz.net)

Pertama-tama, tanyakan pada dirimu sendiri, apakah hubunganku baik dengan penciptaku, dengan sang pemilik kebahagiaan? Apakah sudah layak? Apakah sudah sempurna? Sebagai contoh, jika aku adalah seorang yang tidak memiliki ikatan dengan sholat, tidak memiliki ikatan dengan Qur’an, tidak ada ikatan dengan Allah SWT, bagaimana aku bisa mengharapkan untuk melawan rasa sedih yang aku rasakan? Aku akan terus merasa sedih karena aku telah kehilangan fokus. Kehilangan fokus dari apa? Dari realita, dari tujuan, dari di mana tepatnya aku berada.

Di sini, dikenal sebagai dunia. Hidup di bumi ini hanya sementara, ini tidak akan selamanya dan tidak dalam waktu yang lama. Kita sebenarnya di sini adalah untuk diuji. Bukti bahwa kenyataannya kita sedang diuji adalah tidak ada satupun dari kita, memiliki semua yang kita inginkan di dunia, dan sebaliknya kita hanya mendapatkan apa yang Allah SWT telah pilihkan untuk kita. Jadi Allah SWT menguji kita dengan masalah kesehatan, masalah keuangan, masalah keluarga, begitu banyak masalah berbeda lainnya, dan berbagai jenis kehilangan.

Segala sesuatu terjadi tidak bergantung kepada bagaimana kita inginkan itu terjadi, karena Allah SWT telah memberitahumu untuk bersabar karena ini hanya ujian. “Kami ingin melihat bagaimana reaksimu, dan apakah ini membawamu semakin dekat kepada Kami?”. Apakah ini dapat membuatmu sadar bahwa ini hanya sementara, sudah sangat jelas hanya sementara. Orang-orang yang kita lihat sangat bersedih hari ini, dan saat sebuah berita datang kepada mereka, maka dalam waktu sekejap mereka bisa menjadi orang yang paling bahagia di bumi ini, dan juga sebaliknya. Kita sering melihat hal seperti ini terjadi.

Jadi inilah Allah SWT, Ia satu-satunya yang memberimu kabar bahagia. Kamu menjadi begitu bersemangat setelah sebelumnya kamu bersedih. Dan kamu bisa menjadi sangat sedih setelah kamu percaya bahwa kamu akan memiliki segalanya di bumi. Ini adalah rencana Allah SWT. Jangan kehilangan fokus.

2. Jangan Bersedih, Tegakkanlah Sholat

Ilustrasi. (Foto: imgwebs.com)

Ilustrasi. (Foto: imgwebs.com)

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, saat kamu merasa sedih, tanyakan pada dirimu, bagaimanana hubunganmu dengan Allah? Hubungan itu terhubung melalui sholatmu, terutama sholat lima waktumu. Apakah kamu membacanya dengan antusias. Kita bahkan tidak sedang membicarakan tentang konsistensi, karena itu seharusnya menjadi kasus lain. Tapi kita sedang berbicara tentang antusisme, apakah kamu berharap untuk sholat? Apakah kamu sadar apa yang sedang kamu lakukan?

Saat kamu sedang membaca atau melaksanakan sholat 5 waktu, duduklah sebentar dan pikirkan. Itu akan menghilangkan rasa sedihmu. Itu akan mencabut, itu akan melawan, rasa sedih yang kamu rasakan, hanya dengan berpikir sejenak, apa yang sedang saya lakukan? Siapa diri saya yang meletakkan wajah ke tanah? Siapakah itu? Dzat yang menciptakan aku, Dzat yang memiliki rasa bahagiaku, Dzat yang mengontrol dan pada akhirnya, Dzat yang akan aku kembali pada-Nya. Saat mataku tertutup seperti mata manusia lainnya yang juga sudah tertutup, dan akan tertutup. Aku akan kembali kepada Yang Maha Tinggi, yang untuk-Nya aku meletakkan kepalaku ke tanah. Allahu Akbar. Ini sangat luar biasa, jika kamu duduk dan merenungkannya. Hal itu saja sudah dapat menolongmu untuk menyingkirkan kesedihan dalam hidupmu.

Karena meskipun semua datang tidak sesuai dengan keinginanmu, kamu yakin bahwa ini terjadi berdasarkan rencana Allah SWT. Tidak ada satupun yang terjadi karena rencana manusia, tapi atas rencana Allah SWT. Jadi ini akan membuatmu bahagia untuk mengatakan, “Ya Allah, bila ini adalah rencana-Mu untukku, maka Ya Allah, mudahkanlah untukku dalam melaluinya, aku tidak ingin bersaing dengan-Mu.” Kita tidak akan bisa bersaing dengan Allah. Tetapi kita berdoa pada-Nya agar Ia memberikan kita kekuatan, Ia memberi kita berbagai cara untuk mencoba dan menolong diri kita dan Allah ingin agar kita menggunakan apa yang telah dikaruniakan kepada kita, untuk menolong diri kita. Dan yang utama dari itu adalah kita memohon kepada Allah SWT untuk menyingkirkan kesedihan.

Bahkan Rasulullah SAW telah diperintahkan untuk jangan bersedih, “Wahai utusan Allah, jangan biarkan orang-orang yang tak beriman itu membuatmu sedih.” Allah SWT memberitahukan utusan-Nya, jangan biarkan kata-kata mereka membuatmu sedih, orang-orang akan mengatakan sesuatu untuk menentangmu.

Kamu sungguh akan berpikir di dunia ini semua orang akan menyukaimu, mengucapkan kata-kata baik padamu? Jika mereka bisa mengucapkan kata-kata terburuk tentang Rasulullah SAW, maka terlebih siapa kamu? Siapa saya? Subhanallah… Kita bukan siapa-siapa. Mereka bahkan mungkin mengucapkan kata-kata yang lebih buruk tentang kita. Jadi Allah berfirman, jangan biarkan itu membuatmu stres, jangan biarkan itu membuatmu khawatir dan kamu hanya perlu ingat untuk mendekat kepada Allah SWT.

Seperti yang Allah SWT firmankan tentang kesedihan di hati Nabi Muhammad SAW mengenai orang-orang kafir yang tidak hanya tidak menerima Islam, tapi mereka mengeluarkan kata-kata buruk. Mereka menyebar rumor, mereka menyebar fitnah tentang Islam. Allah SWT berfirman, bahwa Kami tahu apa yang mereka katakan itu membuatmu sedih, Kami tahu itu. Tapi Kami ingin menenangkanmu dengan memberitahumu, bahwa mereka tidak mengingkarimu, mereka tahu bahwa kamu orang jujur terpercaya, mereka tahu kamu adalah utusan Allah SWT, mereka menolaknya hanya karena arogansi mereka. Jangan biarkan orang-orang yang arogan itu membuatmu sedih. Jangan. Jangan biarkan orang yang melampaui batas terhadap Allah, yang gemar menyebar rumor, yang memiliki kebiasaan buruk, kualitas buruk, membuatmu sedih.

Tidak, jangan. Jika hubunganmu dengan Allah kuat, atau kamu membangun hubungan itu setiap hari, SEHARUSNYA TIDAK ADA YANG BISA MEMBUATMU SEDIH. Kamu seharusnya mengucap Subhanallah; Maha Suci Allah, Alhamdulillah; Segala Puji Bagi Allah, Allahu Akbar; Allah Maha Besar. Semua pernyatan itu seharusnya bisa menyingkirkan kesedihan dari hatimu, hanya bila itu diucapkan dengan benar, karena Allah SWT berfirman, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Kamu ingin ketenangan dalam hatimu? Kamu merasa sedih? Ingatlah Allah. Bagaimana cara kamu mengingat Allah?

Beberapa dari kita merasa sedih, tetapi seorang yang beriman telah diberikan penyembuh untuk kesedihan itu. Salah satunya adalah, tegakkan sholatmu, kualitasnya perbaiki. Gunakan waktumu saat kamu mengambil wudhu, gunakan waktumu dan datanglah kepada Allah SWT dengan menghadapkan wajahmu ke arah kiblat dan saat kamu mengucapkan, “Allahu Akbar”, kamu seharusnya tahu apa yang sedang kamu ucapkan, bahwa yang saya ucapkan adalah, “Allah Maha Besar”. Dia yang menciptakanku adalah Maha Besar. Dia yang telah memilihkan masalah ini dalam hidupku, sebanarnya adalah Maha Besar. Apa lagi yang kamu inginkan? Dia adalah Rajaku. Dan kamu memuji-Nya, dan kamu konsentrasi, khusyuk dalam sholatmu. Kamu telah menggunakan waktumu. Saat kamu telah menunaikan sholatmu, “Assalaamu’alaikum wa Rahmatullah”, “Assalaamu’alaikum wa Rahmatullah”, kamu merasa pulih kembali, kamu merasa seperti baru saja berkomunikasi dengan penciptamu, Dzat yang Maha Menguasai, Dzat yang Maha Agung. Apa lagi yang kamu inginkan?

3. Jangan Bersedih, Bacalah Al Qur’an

Ilustrasi. (Foto: tayseerulquran.co)

Ilustrasi. (Foto: tayseerulquran.co)

Kedua, gunakan waktumu untuk AL Qur’an, yang merupakan perkataan, firman, dari Allah SWT. Allah SWT menyeru seluruh umat manusia, semua orang, bahwa telah datang pengingat atau peringatan dari penciptamu dan penyembuh untuk penyakit hati, salah satunya adalah kesedihan. Itu adalah penyakit, yang terletak dalam dada. Itulah arti dada. Sebagian akan merujuk pada hati karena hati ada di dalam dada. Tetapi apapun yang ada dalam dadamu, saat terasa kesedihan, di bagian mana itu terasa? Orang-orang akan menaruh tangannya di dadanya. Meski begitu, itu bukan di dadanya, tapi itu adalah pada perasaan, inilah sifat manusia. Kamu mengatakan,”Aku sangat sedih”. Semoga Allah SWT menolong kita dari mengatasi kesedihan. Jadi kamu ingin mengatasinya? Ingatlah Al Qur’an adalah penyembuh. Berapa banyak dari kita menggunakan waktunya untuk membaca Al Qur’an?

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman,” (QS. Yunus: 57).

Simak baik-baik, demi Allah ini adalah penyembuh. Ambil waktu kita untuk bahagia, untuk hati merasa senang. Bukalah Al Qur’an yang merupakan firman Allah SWT, setiap pagi, sebelum kita meninggalkan rumah, dan bacalah, meski hanya 5 menit dari waktumu. Berbahagialah. Dan saat kita membaca Bahasa Arabnya, kita coba untuk sempurnakannya, kita coba untuk meningkatkannya keesokan harinya.

Tahukah kamu bahwa ada 2 cara untuk membaca Al Qur’an. Yang pertama adalah membacanya seperti kamu membaca sebuah buku dan yang lainnya adalah membacanya dan mencoba melagukannya dengan mengharap ridho Allah. Itu adalah mengaji dengan melagukannya, dengan tartil, itu harus dengan nada tertentu. Jadi cobalah dan jangan malu. Saat kamu mengucap “Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Arrahmanirrahiim” tanpa nada, itu adalah firman Allah yang sangat manjur.  Lalu cobalah dengan irama. Lihatlah apa yang terjadi padamu, lihat perbedaannya. Itu adalah firman Allah, lakukan itu untuk mendapat ridho Allah. Demi Allah, ini adalah penyembuh, obat untuk kesedihanmu.

Saat kamu memberikan waktu untuk Al Quran, untuk firman Allah SWT, hal yang paling penting adalah itu akan melawan kesedihanmu tanpa kamu sadari. Kamu adalah orang yang bahagia, orang-orang melihat kepadamu, kamu memiliki masalah yang lebih besar, dan semuanya bercampur menjadi satu, tapi kamu tersenyum, kamu masih mengucap Subhanallah, Alhamdulillah, dan orang-orang berpikir kamu tidak punya masalah apapun.

Tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak punya masalah, ingatlah itu. Yang berbeda hanyalah cara mereka menghadapi dan mengatasi masalah. Kamu pikir kamu punya masalah? Demi Allah, ada banyak orang duduk di sampingmu di masjid yang sama, yang mungkin juga mempunyai banyak masalah seratus kali lipat dari dirimu, tapi kamu tidak akan menyadarinya, karena mereka memiliki hubungan dengan Allah SWT. Mereka tahu bahwa dunia ini hanya sementara.

Sekali saja kamu membangun hubunganmu dengan Qur’an, kamu mencoba membacanya, mencoba untuk mengerti isinya, dan kamu membangun hubungan dengan Allah dan kamu berzikir untuk mengingat Allah, kamu butuh untuk bisa mensyukuri apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu, yang tidak diberikan kepada orang lainnya, itulah salah satu cara untuk melawan kesedihanmu.

4. Jangan Bersedih, Lihatlah Orang yang Di bawahmu

Ilustrasi. (Foto: wlrn.org)

Ilustrasi. (Foto: wlrn.org)

Dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Aku telah berbicara dengan seorang teman. Kamu mungkin boleh menertawakan apa yang akan saya sampaikan, tapi saya akan menunjukkan kepadamu apa yang membuat sedih itu datang; hal remeh, hal-hal kecil. Temanku datang dan berkata,

“Saudaraku, aku sangat sedih”

“Kenapa?”

“Karena aku tidak punya air panas di rumah (dengan water heater untuk mandi).”

“Banyak orang tidak punya air, apalagi air panas. Benarkah? Jadi kamu merasa sedih karena tidak punya air panas.”

Jadi seminggu kemudian aku bertemu lagi dengannya.

Aku bertanya, “Bagaimana kabarnya masalahmu, saudaraku?”

Dia bertanya, “Masalah yang mana?”

Aku berkata, “Hal yang memberatkan punggungmu.”

Jadi dia berkata, “Apa maksudmu?”

Aku berkata, “Kau tahu dalam Al Quran Allah berfirman tentang masalah yang hampir saja memberatkan punggung dari orang.”

Saat Rasulullah SAW memiliki masalah, itu tidak berhubungan dengan dirinya pribadi atau dunianya. Itu berkaitan dengan agamanya. Itulah sebabnya aku mengatakan, tanyakan pada dirimu sendiri, apakah masalah ini berkaitan dengan agama atau dengan dunia? Masalah yang aku sedihkan, bila itu berhubungan dengan agama, maka ya, itu adalah masalah yang harus aku sedihkan, tetapi bila ini berkaitan dengan dunia atau kehidupan pribadi, maka aku harus tahu, bahwa pertama, hidup ini sementara, hari tidak akan selamanya ada. Setelah senja berlalu, dan setelah malam hari tiba, ingatlah bahwa itu adalah rencana Allah SWT.

Jadi temanku mengatakan padaku, “Apakah itu?”

Aku katakan, “Kamu mengeluh, kamu katakan kamu sangat sedih karena kamu tidak mempunyai air panas.”

Dia berkata, “Tidak, aku sudah memiliki air panas tetapi aku masih sedih. Karena airnya hanya menetes dari shower, itu tidak keluar. Itu memang panas, tapi hanya sedikit yang keluar. Itu tidak banyak.”

Dan aku berpikir, Subhanallah, saudaraku, banyak orang tidak punya air, banyak orang memiliki air yang tidak panas, sedangkan kamu sekarang punya air dan kamu punya air panas, tapi kamu masih merasa sedih. Itu menandakan kamu bergantung pada material yang sifatnya hanya sementara.

Ingatlah ini, banyak dari kita sedih karena sesuatu yang sifatnya sementara; kamu kehilangan kekayaan, padahal semua orang pernah kehilangan kekayaan. Tidak ada orang yang hadir di sini yang tidak pernah menderita kehilangan. Semua orang pernah. Mereka menanganinya secara berbeda. Mereka menderita dengan tingkatan yang berbeda. Allah mengujimu tergantung pada tingkatanmu. Dalam salah satu narasi hadits disebutkan bahwa Allah mengujimu tergantung pada seberapa besar cinta-Nya padamu. Saat Allah lebih mencintaimu, Ia akan mengujimu lebih lagi. Itulah haditsnya.

Itu karena ketika kamu memiliki masalah, itu adalah sifat alami manusia bahwa saat kamu mempunyai masalah, kamu mulai mencari solusinya. Dan orang yang beriman akan mencari solusi dengan semakin dekat kepada Allah SWT. Jadi saat Allah ingin kamu semakin dekat dengan-Nya, Ia memberimu masalah yang lebih besar karena Dia tahu, jika kamu tidak memiliki masalah dalam hidupmu, mungkin kamu bahkan tidak akan membaca tentang sholat, kamu mungkin tidak akan terganggu dengan mendatangi Allah SWT. Jadi Allah katakan, “Pikirkan mereka yang memiliki kekurangan, jadi kamu bisa menyukuri apa yang kamu miliki.”

Jadi aku katakan, “Saudaraku, ambillah ember, isi ember itu dengan air, setelah kamu sudah siap, ambil panci kecil, lalu kamu bisa mandi dengannya.”

Dia mengatakan, “Aku tidak berpikir tentang itu, tapi itu sangat tidak nyaman.”

“Begini, saat kamu ingin sedih, kamu mencari kesedihan, maka meski kebahagiaan ada di depan wajahmu, kamu perlu tahu tentang hal ini. Jadi jangan bersedih saudaraku, akan selalu ada solusi. Kamu punya air, Alhamdulillah, belajarlah untuk mandi dengan air dingin, itu lebih sehat. Cari dan bacalah tentang aspek kesehatan dari mandi dengan air dingin. Aku tidak mengatakan kita harus memaksakan diri kita. Tapi itu akan membantumu pada saat tidak ada air panas. Lalu, kamu tidak harus ber-shower setiap hari dengan shower berkekuatan penuh. Kamu harus bisa mengambil sedikit air untuk mandimu. Masukkan saja ke dalam ember. Pelajari tantangan memakai ember.” Bagi kita, kita telah melakukan tantangan ember itu sejak kita lahir. Semoga Allah SWT menolong kita dan semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita pemahaman bahwa ketika kamu menghemat air, mungkin ada keberkahan yang Allah SWT ingin tunjukkan padamu.

Orang-orang mengeluh, kamu tahu tentang apa? “Kami hanya punya listrik untuk 3 jam sehari”. Padahal bahkan ada negara yang tidak mendapat listrik selama sebulan. Bagaimana dengan itu? Bersyukur kepada Allah kamu punya listrik untuk 3 jam, kamu memiliki generator. Berhenti mengeluh. Ujian ini lebih mudah daripada mereka yang setiap hari di bom dari udara. Apa kamu setuju? Lalu mengapa kita mengatakan “Saya sedih?”. Kalau seperti itu, berarti seluruh dunia bersedih. Lalu siapa yang akan berterima kasih pada Allah? Kamu tidak bisa katakan aku sedih karena… “Allah telah mengambil suatu materil dariku”. Seharusnya kamu mengucapkan, “Alhamdulillahi ala kulli hal, aku bersyukur kepada Allah dalam segala kondisi, aku memohon perlindungan Allah dari satu hal, dan ini adalah kondisi yang membuat seseorang dilempar ke api neraka.” Selain dari itu semua, Alhamdulillah. Sesuatu terjadi, ucapkan Alhamdulillah. Dalam semua kondisi. Semoga Allah SWT menolong kita.

5. Jangan Bersedih, Lihatlah Kebesaran Ciptaan Allah

Ilustrasi. (Foto: pcwallart.com)

Ilustrasi. (Foto: pcwallart.com)

Hal penting lainnya yang dapat melawan dari kesedihan kita, adalah dengan melihat ciptaan Allah SWT. Lihatlah pepohonan, lihatlah binatang-binatang, lihatlah tanaman hijau, lihat saat kamu menghirup udara, perhatikan saat kamu bernafas, lihatlah matahari terbit, matahari terbenam. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.” (QS.3:190-191)

Mereka memberikan tanda, mereka memperlihatkan kepadamu tentang kebesaran Allah SWT, kedekatan yang kamu miliki dengan Allah SWT, kebesaran Allah SWT, tapi mereka juga meringankan penderitaanmu. Banyak sekali tanda-tandanya. Itulah sebabnya mengapa saat seseorang sedang stres, terkadang konselor menyarankan padamu, keluar dan lihatlah tanaman hijau, duduk dan perhatikan. Kamu akan melihat air, kuda-kuda, pemandangan indah, apa artinya itu untukmu? Itu bisa mengurangi stres kamu. Untuk orang yang tidak beriman, itu hanya pemandangan. Bagi kita, itu adalah tanda kebesaran Allah SWT.

Apa yang Allah tidak berikan padaku? Aku bisa melakukan travel, orang-orang mengeluh tentang lubang di jalan. Padahal ada negara yang tidak memiliki jalan, lupakan tentang lubangnya. Kamu menjadi sedih karena kamu menderita kecelakaan kecil. Orang-orang tidak hanya kehilangan anggota tubuh, mereka bahkan kehilangan orang tercinta. Semoga Allah SWT menolong kita. Jangan bersedih.

Sungguh, hari ini tidaklah kekal, semua ini hanya sementara.

Satu-satunya hal yang bisa membuatmu sedih, adalah saat kamu jauh dari Allah SWT. Dan itu adalah sesuatu yang menyedihkan banyak orang. Orang-orang menjadi tertekan, mereka menjadi sedih, karena hidupmu penuh dengan pesta, penuh dengan judi, penuh dengan minum-minum, penuh dengan narkoba, penuh dengan zina, bagaimana kamu tidak mengharapkan kesedihan saat kamu jauh dari Allah SWT. Kamu ingin melawan kesedihan? Kembalilah pada Allah. Datanglah. Allah menunggumu. Allah sangat senang saat kamu kembali pada Allah SWT. Dan jika Allah senang, ia pasti akan membuatmu senang. Ingatlah, kesedihan adalah sesuatu yang kamu akan banyak dapat melakukannya dan buktinya adalah saat Allah SWT berfirman pada Muhammad SAW, jangan bersedih tentang ini, jangan bersedih tentang itu.

6. Jangan Bersedih, Bersyukurlah dan Bersabar

Ilustrasi. (Foto: gretchenrubin.com)

Ilustrasi. (Foto: gretchenrubin.com)

Saat Abu Bakar bersama Rasulullah SAW dalam gua, dalam perjalanan menuju Madinah, dan Abu Bakar tiba-tiba menjadi sedih lalu Nabi Muhammad berkata, “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita”. Kamu tahu apa artinya ini untukku dan untukmu? Bagaimana kamu bisa sedih saat kamu tahu bahwa Allah selalu bersamamu? Tak peduli apapun yang akan mereka lakukan, itu hanyalah atas seizin Allah SWT, bahwa mereka bisa mencapainya jika Allah menghendakinya.  Dan itu juga akan menjadi lebih baik untukmu.

Inilah sebabnya aku akan menutupnya dengan narasi yang kuat yang kita sudah sering mendengarnya tetapi akan selalu membawa ketenangan dalam hati kita, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Saat hal yang baik terjadi pada seorang beriman, ia bersyukur pada-Nya, jadi itu lebih baik untuknya. Bagaimana cara kamu bersyukur pada Allah? Saat kamu memiliki hari yang bahagia, dan ini adalah salah satu cara melawan kesedihan yang mungkin akan hadir di jalanmu. Saat kamu memiliki hari yang bahagia, dekatkan diri pada Allah. Jangan tunggu sampai datang hari sedih untuk bisa mendekat dan kembali kepada Allah. Meskipun itu tidak apa-apa, tapi itu tidak cukup baik. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Ingatlah Allah ketika senang, maka Allah akan mengingat engkau ketika sulit.” (HR. Hakim).

Jadi hadits ini mengatakan bahwa, saat ada sesuatu hal buruk yang terjadi, seperti membahayakan, menyakitkan, sesuatu yang mungkin tidak kamu sukai datang kepada orang yang beriman, ia akan bersabar, ia tahu balasan pahalanya dari Allah SWT, jadi dengan demikian, itu lebih baik untuknya. Itulah sebabnya mengapa urusannya menjadi menakjubkan. Hal yang baik terjadi, ia bersyukur, dan saat hal buruk terjadi, ia bersabar. Tapi ia tidak pernah kecewa dengan Allah, ia tidak pernah marah, ia selalu tersenyum, ia selalu ingat Allah, Subhanallah, Alhamdulillah. Itulah kata-kata yang keluar, itu adalah tindakan, yang akan meringankan kesedihan, yang terkadang kita rasakan sebagai manusia karena seorang yang beriman akan selalu diajarkan untuk mencari cara mendekat kepada Allah SWT, yang mana, semua kesedihanmu itu akan diangkat.

Semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Kesedihan terakhir akan terjadi saat seseorang dilempar ke api neraka. Dan kebahagiaan terakhir akan terjadi saat seseorang menerima buku amalannya di hari pengadilan dengan tangan kanannya dan dikatakan kepadanya, untukmu adalah surga. [Syahida.com/ANW]

Dan ketahuilah bahwa, “aku adalah manusia paling bahagia di bumi.”

======

Disampaikan oleh, Mufti Menk via Youtube

Share this post

PinIt
scroll to top