Apabila Anda Ingin Shalat Malam, Disunahkan Melakukan 12 Hal Berikut Ini

Ilustrasi. (Foto: gudanginfo.net)

Ilustrasi. (Foto: gudanginfo.net)

Syahida.com –  Etika Sholat Malam 1. Apabila Anda ingin mengerjakan shalat malam -tentunya Anda sangat menginginkannya – maka Anda disunahkan melakukan hal-hal berikut.

1. Berniatlah untuk bangun malam saat hendak tidur agar Anda tetap mendapatkan pahalanya sekalipun malam itu tertidur pulas hingga pagi.

2. Ketika bangun malam, maka usaplah wajah Anda untuk menghilangkan rasa kantuk dan bersiwaklah. Lalu, bacalah sepuluh ayat terakhir dari Surat Ali ‘Imran, yakni mulai dari firman Allah SWT, “Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.…” (Ali Imran: 190), hingga akhir surat. Setelah itu ucapkanlah zikir berikut ini.

doa-shalat-tahajud

Allahumma lakalhamdu annta nuurussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna wa lakalhamdu annta, wa lakalhamdu annta qayyimussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu annta rabbussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu annta mulkussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu annta malikussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu anntalhaqq wa wa’dukalhaqq, wa liqaa’uka haqq, wa qauluka haqq, waljannatu haqq, wannaaru haqq, wannabiyuuna haqq, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallam haqq, wassaa’atu haqq. Allaahumma laka aslamtu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika aamanntu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu, anntalmuqaddimu wa anntalmu’akhkhiru laa ilaaha illaa annta anta ilaahii laa ilaaha illaa annta.

Artinya: “Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”. (Bukhari dan Muslim) 2

3. Mulailah shalat malam dengan dua rakaat yang pendek, lalu dilanjutkan rakaat-rakaat berikutnya sesuka hatimu. Ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW.,

Apabila seorang di antara kalian shalat malam, maka mulailah dengan dua rakaat yang pendek.” (HR. Muslim)3



4. Bangunkan pasangan Anda agar turut mengerjakan shalat malam. Rasulullah SAW bersabda, “Dan semoga Allah mengasihi seorang wanita yang bangun malam untuk mengerjakan shalat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya menolak, maka dia mengusapkan air di wajahnya.” (HR. Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah). 4

5. Jika tidak kuat menahan kantuk ketika sedang shalat, maka tidurlah untuk menghilangkan rasa kantuk tersebut, kemudian bangun dan shalat lagi setelah merasa segar. Rasulullah SAW bersabda,

Jika seorang di antara kalian mengerjakan shalat malam lalu merasa lidahnya sudah terlalu berat membaca Al Qur’an sehingga tidak tahu apa yang sedang dibacanya, maka tidurlah.” (HR. Muslim) 5

“Hendaknya seorang di antara kalian shalat ketika semangat, tapi jika tidak bersemangat atau lelah maka tidurlah.” (HR. Bukhari) 6

6. Dianjurkan mengerjakan shalat malam dalam waktu yang lama dengan syarat tidak memberatkan diri Anda. Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Shalat yang paling baik adalah shalat yang disertai dengan bacaan doa yang panjang.” (HR. Muslim). 7

Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu mengerjakan shalat malam sehingga kulit kedua telapak kakinya pecah-pecah. (HR. Bukhari dan Muslim). 8

Perlu diketahui, anjuran untuk memperlama shalat malam bukan dalam bacaan Al Qur’an dan berdirinya saja, melainkan juga dalam ruku, sujud, duduk, zikir, doa dan semua gerakan shalat. Dalam hadits Hudzaifah r.a yang meriwayatkan bahwa Nabi SAW membaca Surat Al Baqarah, An-Nisa’ dan Ali Imran dalam satu rakaat dinyatakan, “…..kemudian beliau ruku dan mengucapkan, ‘Subhana rabbiyal ‘azhim.’ Beliau terus ruku’ hampir sama lamanya dengan ketika berdiri, lalu beliau mengucapkan, ‘Sami’allahu liman hamidah’, dan berdiri hampir selama ruku’nya. Kemudian beliau sujud dan mengucapkan, ‘Subhana rabbiyal a’la’, dan terus bersujud hampir selama ketika berdiri.” (HR. Muslim). 9

Namun demikian, itu tidak menjadi syarat melainkan cara shalat yang lebih utama saja. Sebaiknya, Anda memperlama shalat malam sesuai dengan kemampuan.

7. Boleh mengerjakan shalat malam sambil duduk ataupun berdiri. Ini berdasarkan hadits-hadits shahih bahwa Rasulullah SAW pernah mengerjakan shalat dengan tiga cara, yakni,
a. Berdiri sepanjang shalat yang dilakukannya.
b. Shalat sambil duduk dan ruku’ juga sambil duduk.
c. Membaca ayat-ayat Al Qur’am sambil berdiri, lalu ketika bacaannya tersisa sedikit lagi, beliau berdiri kemudian ruku’ sambil berdiri. Semua cara di atas boleh dikerjakan. Wallau’alam.

8. Boleh membaca dengan suara jelas maupun pelan-pelan. Aisyah r.a pernah ditanya, apakah Nabi SAW mengerjakan shalat (malam) dengan suara jelas atau pelan? Aisyah menjawab, “Terkadang beliau shalat dengan suara yang jelas tapi terkadang pula dengan suara pelan.” Abdullah bin Abu Qais, orang yang bertanya tersebut, berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan keleluasaan dalam masalah ini.” 10

9. Dianjurkan menghayati setiap ayat yang dibaca; mengucapkan ta’awwudz dan tasbih selama membacanya, dan menangis dalam shalat. Dalam hadits Hudzaifah r.a di atas yang meriwayatkan tentang shalatnya bersama Nabi SAW dinyatakan, “….beliau membaca perlahan-lahan. Apabila melewati ayat yang mengandung tasbih, beliau bertasbih. Apabila melewati ayat doa, beliau berdoa; dan apabila melewati ayat yang pantas untuk mohon perlindungan, beliau memohon perlindungan…”. Abu Dzar r.a menyatakan, “Rasulullah SAW pernah shalat malam dengan hanya membaca satu ayat hingga subuh. Beliau selalu mengulang-ngulanginya, yaitu firman Allah SWT., “Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya, mereka adalah hamba-hamba Engkau. Dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya, Engkaulah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Al-Maidah: 118)11

10. Perbanyak membaca doa pada waktu sahur (menjelang pagi) baik ketika sedang shalat maupun di luar shalat, karena itu merupakan masa terkabulnya doa, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

11. Dianjurkan tidur setelah shalat malam hingga menjelang fajar, karena hal itu akan membuat Anda lebih bersemangat dan khusyu’ dalam mengerjakan shalat subuh.

12. Jangan meninggalkan kebiasaan shalat malam. Rasulullah SAW bersabda kepada Abdullah bin ‘Amr,

Hai Abdullah, jangan seperti Fulan. Tadinya dia biasa mengerjakan shalat malam tapi kemudian meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). 12 [Syahida.com/ANW]

——

1 Dikutip dari Fiqhus Sunnah, vol. 1 hlm. 170 dengan sedikit perubahan, ringkasan dan tambahan.

2 Diriwayatkan oleh Bukhari, No. 1069 dan Muslim, No. 769.

3 Diriwayatkan oleh Muslim, No. 767

4 Diriwayatkan oleh Abu Dawud, No. 1308, Ahmad, vol. 2 hlm. 436 dan Ibnu Majah, No. 1336. Sanadnya hasan.

5 Diriwayatkan oleh Muslim, No. 187.

6 Diriwayatkan oleh Bukhari, No. 1099 dan Muslim, No. 784.

7 Diriwayatkan oleh Muslim, No. 756.

8 Diriwayatkan oleh Bukhari, No. 3748 dan Muslim, No. 2820.

9 Diriwayatkan oleh Muslim, No. 772.

10 Diriwayatkan oleh Muslim, No. 307.

11 Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, No. 1350 dan Nasa’i, No. 1010.

12 Diriwayatkan oleh Bukhari, No. 1101 dan Muslim, No. 1159.

=====

(Sumber: Kitab Fiqih Sunah untuk Wanita, Oleh: Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim, Penerjemah: Asep Sobari, Lc., Penerbit: Al I’tishom)

Share this post

PinIt
scroll to top