(Video) Kisah Berubahnya Iblis Menjadi Setan

Syahida.com – Bagaimana semua ini dimulai, sangatlah menarik. Kisah yang terjadi di awal waktu ini, masih berlanjut hingga hari ini. Masih diceritakan berulang-ulang. Dan ini ada dalam Surat Al-A’raf.

Ilustrasi. (Foto: youtube.com)

Ilustrasi. (Foto: youtube.com)

Kisah ini adalah kisah tentang dua makhluk, Adam dan Iblis. Pendapat yang mahsyur adalah Iblis merupakan jin tapi dia dibolehkan masuk ke dalam barisan malaikat. Dan para malaikat diperintahkan oleh Tuhan untuk bersujud pada Adam. Dan sujud ini bukanlah sujud untuk menyembah. Ini bukan sujud dengan menempatkan kepalamu di tanah. Ini adalah sujud penghormatan, yang lebih tepatnya membungkuk. Jadi Iblis diperintahkan untuk membungkuk. Semua malaikat melakukannya, kecuali Iblis.

Allah berfirman, “Apa yang membuatmu tidak mau bersujud padahal Aku yang memerintahkanmu?” Iblis berkata, “Aku lebih baik darinya!” Pernyataan yang sangat menarik karena sebagian ulama berkata inilah tindakan dosa yang pertama kali sepanjang sejarah. Dan ini adalah merasa diri sendiri lebih unggul dibandingkan makhluk lainnya.

Jadi Iblis berkata, “Aku lebih baik darinya.” Kemudian dia memberikan alasannya, inilah pemikirannya kenapa dia merasa lebih unggul, “Kau menciptakan aku dari api, dan Kau menciptakannya dari tanah dan air. Aku api dan udara, dia tanah dan air. Aku lebih baik darinya.”

Apakah yang menjadi kesombongannya di sini? Apa keunggulan yang iblis lihat? Itu adalah materi. Dia melihat pada dzatnya, dari apa kita diciptakan. Dan apa yang unik tentang Iblis dan Adam? Baik Iblis dan Adam mempunyai ruh sadar. Mereka punya kesadaran ruh, pengetahuan, yang tidak dimiliki makhluk lainnya, entah mereka tercipta dari api, tanah, air, apapun mereka diciptakan. Jadi Iblis melihat situasinya dan berkata, “Aku lebih baik darinya! Kenapa Kau membuatku bersujud pada orang yang aku lebih baik darinya?” Inilah logika Iblis. Dan ada banyak orang yang beralasan seperti itu di dunia ini, dan hal itu menyebabkan banyak masalah di dunia sekarang.

Allah berfirman, “Maka keluarlah!” Ini perintah bagi Iblis. “Tidak patut bagimu sombong di sini.” Dengan kata lain, ia di hadapan Ilahi, bukanlah tempatnya untuk sombong. Jika kau sadar akan Tuhan, kau tidak bisa menyombongkan diri. Dan karenanya dia diusir dari sana, karena keduanya tidak bisa beriringan. Kemudian Allah berfirman, “Pergi dari sini karena kau adalah saghir. Kau tidak lebih baik, kau lebih buruk! Kau makhluk yang terhina karena kesombonganmu. Karena kesombonganmu, kau menjadikan dirimu lebih rendah daripada makhluk yang kau pikir kau lebih baik darinya. Jadi pemikiranmu bahwa kau lebih baik dari makhluk ini, sebenarnya telah membuatmu lebih rendah darinya. Jadi keluarlah!”

Kekufuran iblis tersebut disebut sebagai kekufuran karena tidak patuh. Kemudian Iblis berkata, “Berikan aku penangguhan.” Allah berfirman, “Kau mendapat penangguhan.” Kuncinya ada di sini.. Iblis berkata, “Karena Kau membuatku tersesat!” Jadi sekarang iblis menyalahkan Allah. Inilah luar biasanya dari iblis. Lihatlah logika bodoh dari Iblis! Pertama, Allah berfirman, “Kenapa kau tidak melakukannya?” Dan Iblis berkata, “Karena aku tidak bisa melakukannya, aku lebih baik darinya.” Kemudian Iblis berkata, “Kau membuatku tersesat karena telah memerintahkanku melakukan hal itu. Karena aku tidak bisa melakukannya, tapi Kau berfirman, ‘Lakukan!’ Jadi ini salah-Mu! Ini bukan salahku, ini salah-Mu!” Dia menyalahkan Tuhan atas masalahnya. “Sekarang aku akan mengintai dan menyergap mereka (manusia). Karena Kau memerintahkanku melakukannya, jadi keduanya ini adalah salah-Mu. Kau memerintahkanku melakukan sesuatu yang tak dapat kulakukan! Dan alasan aku tidak melakukannya, karena dia tidak pantas mendapatkannya!”

Jadi iblis punya dua musuh di sini. Dia marah pada Tuhan dan dia marah pada Adam. Kemudian dia berkata, “Dan aku akan mendatangi mereka dari depan, belakang dan dari kanan dan dari kiri dan Kau akan melihat bahwa sebagian besar dari mereka tidak bersyukur.”

Jadi hal ini juga penting karena sekarang iblis punya misi untuk menunjukkan bahwa manusia tidak tahu berterima kasih, tidak bersyukur. Dia ingin menunjukkan pada Tuhan, “Kau membuat kesalahan. Kau seharusnya tidak menjadikan mereka sebagai khalifah di bumi. Dan Kau akan melihat bahwa mereka tidak akan bersyukur atas apa yang Kau berikan pada mereka sejak kali yang pertama.”

Jadi kisah ini sangat menarik karena jika kau menempatkan Tuhan pada posisi yang benar, dan kau menempatkan dirimu pada posisi yang benar, di mana kau melihat Tuhan di atasmu dan kau di bawah, dalam sujud, dalam keadaan tunduk, syetan tidak akan punya jalan masuk. Kapan syetan melarikan diri menurut hadits? Adalah ketika kamu bersujud. Karena dia tidak dapat menundukkan diri pada Tuhan.

Dan kemudian Allah mengusirnya dari surga dalam keadaan terhina! Kemudian Allah berfirman, “Barangsiapa mengikutimu, Aku akan memenuhi neraka dengan mereka. Orang-orang yang mengikutimu.. Kau adalah imam (pemimpin) mereka. Dan kau menuju neraka, jadi kau akan membawa serta mereka bersamamu.”

Jika kau anggap setan sebagai imammu, dia akan membawamu ke neraka. [Syahida.com/ANW]

Penerjemah: Lampu Islam

Share this post

PinIt
scroll to top