Bila Kita Ingin Menikah, Berbuatlah Sesuatu, Jangan Hanya Berdoa Tanpa Diiringi Usaha

 

Ilustrasi. (Foto: teratai-visual.com)

Ilustrasi. (Foto: teratai-visual.com)

Syahida.com – Saudara-saudariku, kalau kita meminta bantuan pada Allah, harus diketahui bahwa kita juga mempunyai peranan.

Kau ingin menikah? Kau berdoa, “Ya Allah, anugerahkan hamba suami/istri yang baik,” tapi kau tak pernah berusaha mencari dan minta bantuan orang lain.

Banyak wanita/keluarganya yakin bahwa seorang wanita hanya perlu duduk manis dan menunggu lamaran, padahal tak ada orang yang tahu atau kenal wanita ini. Subhanallah. Semua orang hanya menyapa tanpa tahu si wanita ini single / ingin menikah. Ayahnya tak pernah berbicara pada orang yang mempunyai anak lelaki, tak pernah mencari lelaki baik untuk anaknya, padahal sesungguhnya tanggung jawab sang ayah/wali untuk menikahkan anak perempuan.

Ayah/wali ini akan dianggap gagal bila tidak aktif mencari pasangan hidup untuk si perempuan. Orang bilang, “Pangeranmu sudah ditakdirkan untukmu, maka dia akan datang sendiri padamu dengan pertolongan Allah SWT.” Tapi kau tahu, mungkin juga pangeranmu ditakdirkan untuk bertemu denganmu nanti di akhirat. Semoga Allah memberikan kita kebaikan di dunia dan akhirat. Tapi selama kita ada di sini, dan ingin menikah, berbuatlah sesuatu! Panggil Allah, minta pertolongan Allah, tapi juga aktiflah mencari pasangan hidup untuk anakmu, itu adalah tugas ayah/wali, tapi kita sering kali melupakannya.

Banyak orang yang mengeluh padaku bahwa ayah/walinya hanya menyuruh berdoa dan jangan khawatir, “Berdoa sajalah, jodohmu akan datang.” Bisa-bisanya kau hanya menyuruh berdoa dan berdoa saja, padahal Allah telah memberikanmu kapasitas untuk berusaha, tapi kau tak menggunakannnya.

Contoh, kau ingin menyetir ke masjid tertentu, maka tak cukup kau hanya duduk di mobil dan berdoa, “Ya Allah bawa aku ke masjid itu.. Aku sudah bersedekah, membaca Qur’an, aku selalu memuja-Mu. Ya Allah, tolong bawa aku ke masjid itu.” Tak bisa. Kau harus menyalakan mesin mobil dan menyetir sendiri. Sesimpel itu. Tapi kadang kita tak sadar bahwa kita malah melakukan kebalikannya. Kenapa? Menyetir tadi adalah contoh logis; Allah memberimu mobil, tenaga, kau sudah punya SIM, dan sudah tahu tujuannya.. Berani-beraninya kamu hanya berdiam dan menyalahkan Allah karena tidak ke masjid. Kau akan diminta pertanggungjawabannya karena hanya santai-santai dan tidak berusaha.

Tapi, kalau seseorang tidak punya tenaga, lumpuh, bergerakpun tidak bisa, lalu berdoa, ‘Ya Allah, tolonglah agar seseorang meneleponku,” karena dia tak bisa bergerak. Semoga Allah membantu orang-orang yang lumpuh dan sakit.

Jadi, saudara-saudariku, kalau orang yang bergerak pun tidak bisa maka dia hanya berdoa, itu tak mengapa. Kalau ada seseorang datang, itulah bantuan dari Allah, dan kalau tidak ada yang datang, maka dia tak berdosa. Kenapa? Karena dia memang tak mempunyai kapasitas. Tapi kalau kau memiliki kapasitas, kau HARUS menggunakannya. Semoga Allah SWT memberkahi kita semua. [Syahida.com/ANW]

==

Sumber: Ceramah Mufti Menk

Advertisements
scroll to top