Apa Hikmah dari Tidak Dilapangkannya Rizki?

Ilustrasi. (Foto: haumanarata.wordpress.com)

Ilustrasi. (Foto: haumanarata.wordpress.com)

Syahida.com – 

وَلَوْ بَسَطَ اللَّـهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَـٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ ﴿٢٧﴾ وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ ﴿٢٨﴾

“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy-Syuura: 27-28)

Firman Allah; {وَلَوْ بَسَطَ اللَّـهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ}Dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi.” Yakni, sekiranya Allah memberikan kepada mereka rizki melebihi kebutuhan mereka, tentu hal itu akan menyebabkan sebagian mereka sombong, melampaui batas dan angkuh atas sebagian yang lain.

Firman Allah; {وَلَـٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ }Tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” Yakni, akan tetapi Allah mengaruniakan kepada mereka rizki yang Dia pilih, yang di dalamnya terdapat kemaslahatan bagi mereka, dan Dia lebih mengetahui dalam perkara ini. Maka Dia akan memberikan kekayaan kepada orang yang berhak mendapatkannya dan menjadikan fakir orang yang berhak mendapatkan kefakiran.

Firman Allah; “Dan Dia-lah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa.” Yakni, setelah manusia berputus asa dari turunnya hujan, maka Allah menurunkannya kepada mereka di waktu mereka sangat membutuhkannya.

Hal ini sebagaimana firman Allah;

Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.” (QS. Ar-Ruum: 49).

Firman Allah; “Dan sesungguhnya rahmat-Nya.” Yakni, Allah menyebarkan rahmat itu bagi segala yang ada pada suatu daerah atau tempat yang dihujani tersebut.

Qatadah berkata, “Diceritakan kepada kami bahwa seseorang berkata kepada ‘Umar bin al-Khaththab r.a, ‘Wahai Amirul Mu’minin, hujan telah lama terputus dan manusia telah berputus asa.’ Maka ‘Umar r.a berkata, ‘(Kalau begitu), hujan pasti akan diturunkan kepada kalian.’ Kemudian dia membaca ayat;

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

Dan Dia-lah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” Yakni. Dia Yang mengatur makhluk-Nya menuju apa yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat, Dia-lah Yang Maha Terpuji pada setiap akibat dari apa yang Dia takdirkan dan Dia lakukan. [Syahida.com/ANW]

===

Sumber: Kitab Shahih Tafsir Ibnu Katsir jilid 8, Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir

Share this post

PinIt
scroll to top