Sebab Turunnya Surat Al-Maa-idah Ayat 51-56

Ilustrasi. (Foto: tiwwidy.wordpress.com)

Ilustrasi. (Foto: tiwwidy.wordpress.com)

Syahida.com – Muhammad bin Ishaq mengatakan, “Kabilah Yahudi yang pertama kali membatalkan perjanjian damai mereka dengan Rasulullah SAW ialah Bani Qainuqa’. ‘Ashim bin ‘Umar bin Qatadah menuturkan kepadaku, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengepung mereka hingga mereka tunduk pada hukumnya. Melihat hal itu, maka ‘Abdullah bin Ubay bin Salul (gembong munafik) datang kepada Rasulullah SAW, ketika Allah memberikan kekuasaan kepada beliau atas mereka (Bani Qaunuqa’).

‘Abdulullah bin Ubay berkata, ‘Wahai Muhammad, berbuat baiklah kepada sekutuku.’ [Perlu diketahui bahwa] Bani Qainuqa’ adalah sekutu suku Khazraj (sekutu dari ‘Abdullah bin Ubay). Namun, Rasulullah SAW tidak segera menanggapinya. Ia berkata lagi, ‘Wahai Muhammad, berbuat baiklah kepada sekutuku.’ Namun, beliau berpaling darinya. Lalu ‘Abdullah bin Ubay memasukkan tangannya pada saku baju besi Rasulullah SAW. Maka beliau mengatakan kepadanya, ‘Lepaskanlah aku.’

Rasulullah SAW marah, hingga para Sahabat meliat roman Rasulullah SAW merah padam. Kemudian beliau mengatakan, ‘Celaka kamu, lepaskanlah!’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, aku tidak akan melepaskanmu hingga engkau berbuat baik kepada sekutuku yang berjumlah 400 orang yang tidak memakai tutup kepala dan 300 orang berbaju besi. Karena mereka (Bani Qainuqa’) telah membela kami (Bani Khazraj) dari serangan musuh, baik yang berkulit putih maupun berkulit hitam. Sementara engkau akan membasmi mereka (Bani Qainuqa’) dalam satu hari di pagi hari. Sesungguhnya aku adalah orang yang mengkhawatirkan bencana. 1 ’ Rasulullah SAW mengatakan, ‘Mereka untukmu.’”

Muhammad bin Ishaq mengatakan: “Abu Ishaq bin Yasar menuturkan kepadaku dari ‘Ubadah bin al-Walid bin ‘Ubadah bin ash-Shamit, ia mengatakan: ‘Ketika Bani Qainuqa’ memerangi Rasulullah SAW, Abdullah bin ‘Ubay (gembong munafik) sangat menaruh perhatian dengan urusan Bani Qainuqa’ dan membela mereka.

Adapun ‘Ubadah bin ash-Shamit, salah seorang dari Bani ‘Auf bin Khazraj yang bersekutu dengan mereka, berjalan menuju Rasulullah SAW. Dulu, ia bersekutu juga dengan Bani Qainuqa’, seperti halnya mereka bersekutu dengan ‘Abdullah bin Ubay. Kemudian ‘Ubadah melepaskan persekutuannya dengan mereka dan beralih kepada mencintai Rasulullah SAW. Ia berlepas diri dari bersekutu dengan mereka, lalu beralih kepada membela agama Allah dan Rasul-Nya. Ia mengatakan, “Wahai Rasulullah, aku berlepas diri dari mereka, dan menuju kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Aku mencintai Allah, Rasul-Nya dan kaum mukminin. Aku pun berlepas diri dari bersekutu dengan kaum kafir dan dari mencintai mereka.”

Berkenaan dengan ‘Ubadah dan berkenaan dengan ‘Abdullah bin Ubay, ayat-ayat ini turun dalam surat al-Maa-idah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘبَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ  “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain,” hingga firman-Nya,

وَمَن يَتَوَلَّ اللَّـهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّـهِ هُمُ الْغَالِبُونَ ﴿٥٦ Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (QS. Al-Maa-idah: 51-56) [Syahida.com/ANW]

====

Catatan kaki:

1 [‘Abdullah bin Ubay khawatir, jika kaumnya (Khazraj), mengalami kekalahan dari musuh-musuhnya, maka Bani Qainuqa’ tidak dapat membela mereka lagi, karena telah dibinasakan oleh kaum Muslimin].

 

Share this post

PinIt
scroll to top