Sikap Terhadap Non Muslim

Ilustrasi.

Syahida.com – Kita akan membahas mengenai sikap adil terhadap orang-orang non muslim yang hidup dalam masyarakat muslim.

Pada zaman Nabi saw., seorang muslim melakukan pencurian dan ia menuduh seorang Yahudi yang melakukannya. Seorang muslim yang lain mengetahuinya dan memberikan kesaksian yang palsu, agar saudaranya sesama Muslim tidak terkena hukum potong tangan. Hal itu dilakukannya dengan dalih persaudaraan. Turunlah ayat yang mengingatkan kaum muslimin dengan peringatan yang keras.

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat.” (An-Nisa: 105).

Kemudian ancaman lebih keras ditujukan kepada orang yang berbuat zhalim,
Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yan nyata.” (An-Nisaa’: 112).


Allah Ta’ala bersaksi di atas tujuh langit atas ketidak-bersalahan orang Yahudi terhadap tuduhan yang ditujukan kepadanya. Hal itu untuk mengokohkan kaidah peradaban dalam Islam tentang cara berinteraksi (bermuamalah) dengan orang yang berbeda agama.
[Syahida.com/ ANW].

=====

Sumber: Kitab Khowathir Qur’aniyah, Kunci Memahami Tujuan Surat-Surat Al Qur’an, Oleh: Amru Khalid, Penerjemah: Khozin Abu Faqih, Lc. Penerbit: Al I’tishom.

Share this post

PinIt
scroll to top