Ciri Keluarga Sakinah Penuh Berkah (Bagian ke-5) : Giat Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Ilustrasi. (Foto : imano.blog.ir)

Ilustrasi. (Foto : imano.blog.ir)

Syahida.com –  Hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang mengajak berbuat khair (mengikuti rasul) dan mereka menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Mereka itu adalah orang-orang yang beruntung (di akhirat).” (QS: Ali ‘Imran :3: 104)

Penjelasan:

Melakukan amar ma’ruf nahi mungkar maksudnya mengajak orang berbuat baik dan mencegah melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah dan Rasul-Nya.

Ayat di atas menjelaskan bahwa orang-orang yang menegakkan al-Khair dan al-Ma’ruf serta memberantas kemungkaran akan dijamin oleh Allah mendapat kebahagiaan, keberuntungan, dan kejayaan. Oleh karena itu, keluarga-keluarga yang ingin memperoleh suasana sakinah dan penuh berkah dalam kehidupannya berkeluarga, wajib membersihkan lingkungan masyarakatnya dari segala bentuk kemungkaran dan mengajak mereka untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan ma’ruf.

Usaha yang dapat dilakukan untuk melaksanakan amar-ma’ruf nahi munkar yaitu:

  1. Mereka senatiasa menegakkan agama Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dimaksud), maka sungguh telah tetap pahala-nya disisi Allah; dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS: An-Nisaa’: 4: 100)

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS: Ash-Shaff: 61: 10-12)

Ayat pertama menegaskan janji Allah bahwa orang-orang islam yang membela agama-Nya dari pengerusakan musuh, sehingga terpaksa meninggalkan kampung halamannya untuk hijrah ke tempat lain agar dapat menjalankan agamanya dengan baik, mendapat jaminan kehidupan yang baik dan rezeki yang luas.

Ayat kedua menegaskan bahwa orang-orang Islam yang menyerahkan seluruh harta dan jiwanya untuk menegakkan agama Allah, akan mendapatkan ganti jauh lebih besar dari Allah dan mendapatkan pengampunan sehingga kelak menjadi manusia yang jaya di dunia dan di akhirat.

Rumah tangga Islam adalah unit terkecil dari masyarakat islam yang juga bertanggung jawab atas tegak dan runtuhnya agama islam di muka bumi ini. Suatu rumah tangga atau keluarga islam tidak boleh berpangku tangan dalam memikul kewajiban menegakkan Islam di tengah kehidupan dunia ini. Oleh karena itu, setiap rumah tangga Islam harus menjadi markas bagi dakwah Islam di tengah kehidupan dunia ini. Dakwah dapat kita lakukan dengan lisan, tulisan, amal, atau sumbangan pemikiran. Setiap rumah tangga Islam tidak boleh absen dari tugas ini.

Mereka tidak boleh meninggalkan dakwah karena alasan bukan ulama atau ahli agama. Jika mereka bukan ulama atau ahli agama, mereka wajib mengambil peran dalam bentuk yang dapat mereka lakukan sesuai dengan kemampuannya. Misalnya menjadi donatur untuk sekolah-sekolah Islam lainnya. Begitu juga mereka dapat menjadi penyumbang pembangunan masjid, rumah yatim piatu, kegiatan sosial islam, dan sebagainya. Mereka dapat juga memberikan bantuan kepada kaum muslim di tempat lain yang mengalami penindasan dari musuh Islam agar mereka dapat membela diri untuk mengusir musuhnya atau meninggalkan tempat-nya menuju tempat lain yang aman bagi kehidupan agama mereka.

Rumah tangga Islam bukanlah sebuah bangunan yang dihuni oleh orang-orang yang sekadar mengaku beragama Islam tetapi tidak mau peduli akan dakwah yang menjadi tanggung jawabnya. Rumah tangga Islam yang tidak peduli pada nasib dakwah Islam di bumi ini, penghuninya akan mendapat ancaman dari Allah akan dibinasakan atau hidupnya dijadikan hina dan dikuasai oleh musuh. Akan tetapi sebaliknya, kalau mereka menegakkan dan membela Islam dengan segenap harta dan jiwanya, Allah menjamin mereka mendapat rezeki yang luas, kebahagiaan, dan hidup berkah. Jadi, setiap rumah tangga Islam harus mengambil peran aktif dalam menegakkan Islam dimana pun berada supaya hidupnya bahagia di dunia dan di akhirat serta mendapat ampunan dan limpahan rahmat dari Allah swt.

  1. Mereka menjauhi tatanan kehidupan sekuler.

Yang dimaksud dengan tatanan kehidupan sekuler yaitu cara-cara hiudp yang tidak diatur dengan agama Allah atau syari’at Allah sebagaimana hal ini dilakukan oleh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik. Allah akan menimpakan bencana, penderitaan, dan kemelut hiudp, kepada mereka yang menggunakan tatanan kehidupan sekuler. Hal ini diancamkan dalam firman Allah berikut ini:

Barang siapa yang menolak  agama-Ku, maka sesungguhnya ia akan memperoleh kehidupan yang sempit dan kelak pada hari kiamat akan Kami kumpulkan dalam keadaan buta.” (QS: Thahaa: 20: 124)

Orang-orang yang ingin menikmati kehidupan keluarga yang sakinah penuh berkah harus melakukan tugas amar ma’ruf nahi munkar. Dengan dilaksanakannya tugas tersebut, tempat tinggal dan lingkungan masyarakatnya akan bersih dari segala macam perbuatan yang merusak dan mengganggu ketenangan, kebaikan, kedamaian, dan kerukunan keluarga serta masyarakat. [Syahida.com]

—–

Bersambung….

Sumber : 25 Ciri Keluarga Sakinah Penuh Berkah dan Langkah Mewujudkannya, Drs. Muhammad Thalib

Share this post

PinIt
scroll to top