Ciri Keluarga Sakinah Penuh Berkah (Bagian ke-16) : Menampung dan Menyantuni Anak Yatim

Ilustrasi. (Foto : superchargehomeschooling.com)

Ilustrasi. (Foto : superchargehomeschooling.com)

Syahida.com – Dari Abi Umsa ra, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau bersabda: “Seorang anak yatim yang duduk bersama suatu kaum dalam hidangan mereka niscaya setan tidak akan mendekati hidangan mereka.” (HR. Thabarani. Hadits Hasan)

Dari Ibnu ‘Umar ra, ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Rumah tangga yang paling dicintai oleh Allah yaitu rumah tangga yang didalamnya ada anak yatim yang dimuliakan.’” (HR. Thabarani dan Asbahani)

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Sebaik-baik rumah tangga di kalangan kaum muslimin adalaah rumah tangga yang didalamnya ada anak yaitm yang diperlukan dengan baik. Seburuk-buruk rumah tangga di kalangan kaum muslimin adalah rumah tangga yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan buruk.’” (HR. Ibnu Majah No.. 3669 CD)

Penjelasan:

Hadits pertama menjelaskan bahwa hidangan makanan yang turut dimakan oleh anak yatim akan Allah jauhkan dari setan. Jadi, bila kita makan, makanan tersebut dijadikan oleh Allah membawa berkah.

Hadits kedua menjelaskan bahwa Allah menjanjikan kepada orang yang memelihara, mengasuh, dan mendidik anak yatim di dalam rumah tangganya akan mendapat rahmat dan kecintaan dari Allah.

Hadits ketiga menjelaskan bahwa suatu rumah tangga yang mengasuh anak yatim tetapi memerlakukannya tidak baik, akan mendapat murka Allah dan dijauhkan dari rahmat-Nya.

Kita tahu bahwa kebanyakan anak yatim secara ekonomi hidupnya  terlantar atau pendidikannya tidak terurus. Mungkin sekali ada anak yatim yang mendapat banyak peninggalan dari almarhum ayahnya. Tetapi karena ibunya tidak mampu mengurusnya dengan baik, ia memerlukan bantuan orang lain. Mungkin juga ia memiliki  harta peninggalan yang banyak tetapi ia tidak dapat mengurusnya dengan baik sehingga ia memerlukan santunan rohani.

Selain terpenuhi kebutuhan ekonominya, anak yatim mendambakan belas kasih secara penuh dari sosok orang tua yang disebut ibu dan bapak. Mereka sangat mendambakan keceriaan hidup seperti anak-anak lain sebaya yang mempunyai orang tua lengkap. Dalam masa pertumbuhannya yang peka, anak yatim memelihara pembentukan kepribadian yang baik dan memperoleh identifikasi yang ideal bagi pembentukan kepribadian yang baik dan memperoleh identifikasi yang ideal bagi pembentukan kehidupannya kini dan akan datang.

Cara terbaik untuk mengisi kekosongan ini pada diri anak yatim adalah mengasuh mereka dalam lingkungan rumah tangga yang lengkap ibu bapaknya. Dengan cara ini, anak yatim dapat melakukan adaptasi, penyerapan dan pengembangan diri di lingkungan yang utuh. Itulah sebabnya Rasulullah saw menjanjikan kepada rumah tangga yang bersedia memelihara anak yatim dengan baik, akan mendapatkan jaminan rahmat, berkah, dan kecintaan dari Allah.

Suatu rumah tangga yang dinaungi oleh kecintaan Allah pasti selalu dipenuhi kesenangan dan kebahagiaan. Kecintaan Allah akan selalu mereka dapatkan selama mereka dengan ikhlas menampung anak-anak yatim sesuai dengan tuntunan Islam. Rumah tangga seperti ini jelas memberikan berkah kepada orang lain, khususnya anak yatim yang ada berada si rumah mereka. Jadi, sangatlah tepat jika dikatakan bahwa rumah tangga yang di dalamnya ada anak yatim adalah rumah tangga yang sakinah dan penuh berkah. [Syahida.com]

—–

Bersambung….

Sumber : 25 Ciri Keluarga Sakinah Penuh Berkah dan Langkah Mewujudkannya, Drs. Muhammad Thalib

Share this post

PinIt
scroll to top