Nasihat Bagi Ibu Mertua

Ilustrasi. (Foto : inspirasi-motivasi.com)

Ilustrasi. (Foto : inspirasi-motivasi.com)

Syahida.com – Di antara para ibu ada yang tanpa sengaja menghadapkan anak mereka dalam dilema. Padahal mereka begitu sayang dan sangat menginginkan kebahagiaan bagi anaknya. Malah terkadang mereka telah berupaya mencarikan pendamping hidup bagi putranya.

Kekeliruan sang ibu dalam bersikap terkadang mendatangkan masalah bagi diri dan anaknya. Dalam benak ibu, ketika anaknya menikah, ia merasa seolah anaknya direbut darinya, dan hati anaknya akan mendua. Sehingga dalam hati sang ibu ada perasaan ingin merebut kembali anaknya – karena acapkali cinta memperdaya. Hatinya menyimpan perasaan cemburu kepada menantunya. Karenanya, ia menggoda anaknya untuk menjauhi istrinya, atau malah ia ingin sang anak menceraikan istrinya. Si ibu berkilah agar anaknya mencari wanita lain sebagai pendamping hidup, padahal istri anaknya itu wanita berakhlak, cantik dan sebagainya.

Ada juga ibu yang terbakar rasa cemburu sehingga ia melakukan hal-hal yang berdampak negatif, ketika melihat sang anak berbahagia dengan istrinya atau ketika menyadari bahwa ia amat menyayangi istrinya.

Kita juga menjumpai ibu yang bersikap kasar kepada menantu, membesar-besarkan sifat buruknya, menyembunyikan kebaikannya, atau bahkan tega berdusta kepada anak perihal istrinya sehingga ia menafsirkan penuturan sang ibu dengan hal-hal buruk.

Wahai ibunda mulia, yang mencintai anaknya dengan sepenuh hati dan yang mengidam-idamkan kebahagiaan anak, jangan engkau menjadi biang keladi kehancuran rumah tangga anakmu. Janganlah engkau biarkan rasa cemburu itu menjadi bara api yang akan melahap bangunan rumahtangga. Jangan mengikuti ilusi yang diciptakan oleh langit-langit hayalan. Sebab, dengan demikian engkau dapat mengeruhkan suasana damai dan menimbulkan keguncangan dalam rumah tangga anakmu. Jangan engkau menjalin hubungan dengan anakmu di atas dasar kedengkian dan permusuhan. Perlakukan menantumu layaknya anakmu sendiri, niscaya dia akan memperlakukan dirimu sebagai seorang ibu. Sayangilah dia, maafkanlah segala kekhilafannya. Segera berikan nasihat dengan penuh santun dan lemah lembut, niscaya engkau akan bahagia sepanjang masa!

“Dosa-dosa itu ditangguhkan hukumannya oleh Allah hingga Hari Kiamat, kecuali hukuman bagi orang yang durhaka pada orangtua. Karena, sungguh Allah akan mempercepat hukumannya di dunia sebelum orang itu mati.” (HR. Al-Hakim dan Al-Ashbahani).

Sekali waktu engkau perlu menghadiahkan bingkisan untuk menantumu. Naungilah dirinya dengan kebesaran hati, kelembutan, keikhlasan doa dan sanjungan tulusmu, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melindungi dirimu dan memberikan karunia kelembutan-Nya melalui menantumu! [Syahida.com]

Sumber: Musa bin Muhammad Hajjad az-Zahrani (Keramat Hidup: Orang Tua)

Share this post

PinIt
scroll to top