Ketika Kamu Punya Iman dan Ridha Dengan Takdir, Ujian Hidup Akan Terasa Ringan

Ilustrasi. (Foto: template-gratis-lengkap.blogspot.co.id)

Ilustrasi. (Foto: template-gratis-lengkap.blogspot.co.id)

Syahida.com – Kenapa kita melewati kesulitan dan kesukaran? Ini karena kita diuji Allah SWT. Dan hal ini melatih dan mendisiplinkan kita.

Jika segalanya mudah bagi kita, maka dimana ujiannya? Misalnya semuanya mudah, kamu bisa membeli mobil baru setiap dua atau tiga bulan sekali. Sekarang Bentley, bulan berikutnya Rolls Royce, kemudian Ferrari, maka ini tidak menjadi ujian untukmu. Sekarang Bentley, bulan berikutnya Rolls Royce, kemudian Ferrari, maka ini tidak menjadi ujian untukmu. Tapi ketika kamu melalui kesulitan, hal itu menguji keimananmu. Dan ketika masalahnya datang, harusnya kita ridha dengannya. Ketika sebuah kesulitan datang, tingkat tertingginya adalah ridha dengannya. Kemudian tentu saja kamu harus bersabar.

Aku akan menceritakan kisah yang terjadi pada seorang saudara di Arab Saudi. Seperti yang kamu tahu, orang-orang Arab Saudi punya keluarga yang besar, Masya Allah, tabarakallah. Mereka bisa mempunyai 8 sampai 10 anak dalam satu keluarga. Itu normal. Jadi saudara ini, punya 4-5 putri dan 5 putra dan istrinya. Mereka berkendara dengan dua buah mobil. Dia menaruh putra-putranya di truk pick up di depannya. Seiring mereka mengemudi, mereka melewati sebuah jalan simpang empat. Sebuah truk trailer mengebut melewati persimpangan itu dan menabrak putra-putranya di depan matanya. Benar-benar menghancurkan mobilnya, tak ada yang tersisa. Sepenuhnya hancur.

Ketika melihatnya, dia langsung tahu bahwa kelima putranya telah tewas di depan mata kepalanya sendiri. Apa yang dia lakukan? Saudara ini, berhenti di sisi jalan, bersabar, keluar dari mobilnya dan bersujud syukur. Sujud kepada Allah. Bersyukur bukan karena dia senang. Tentu dia tidak senang, hatinya hancur. Tapi dia ridha dengan takdir Allah, karena kau tidak bisa mengubahnya. Sudah tetap. Dia berkata bahwa ini adalah ujian yang sangat besar. Jadi dia berkata bahwa jalan terbaik untuk mendapat pahala terbaik sekarang adalah dengan meletakkan kepalaku di jalan dan berucap, “Alhamdulillah atas apa yang telah kau takdirkan padaku ya Allah. Aku ridha dengannya meskipun hatiku pedih.” Karena ini normal. Rasulullah SAW pun menangis ketika putranya meninggal. Orang-orang terkejut, tapi beliau bersabda bahwa Allah menempatkan ini di hati manusia, ini hal yang normal. Tapi Alhamdulillah, kita harus ridha dengan pilihan Allah atas diri kita.

Pernahkah kamu mendengar kisah tentang saudara kita baru-baru ini? Dr. Tawfique, di mana istri dan anak-anaknya terbakar dalam rumahnya? Dan jenazahnya sampai tidak bisa dikenali, sungguh tragis. Tapi jika kamu mendengarnya berbicara, dan dia bukanlah seorang pendakwah, dia belum pernah bicara di hadapan publik sebelum kejadian ini. Baru setelahnya dia bicara di publik untuk menceritakan kisahnya. Ketika aku mendengarnya dalam sebuah talk show, dia telah bicara ketika aku sampai di sana. Jadi aku mendengarkan laki-laki ini dan aku takjub. Para non muslim bertanya, “Agama apakah ini?”. Dan dia menjawab, “Ini adalah agama kami.” Jika kesulitan terjadi, kami berkata, “Innalillahi wa inna ilahi raji’un.” Dan dia mulai menjelaskannya dengan sangat-sangat mendalam, Subhanallah.

Dia kehilangan istri dan ketiga anaknya begitu saja, Subhanallah. Dan aku punya beberapa foto di ponselku, aku bertemu dengannya di konferensi di Dublin tentang kebangkitan Qur’an. Dia menunjukkan padaku sebuah mukjizat..Subhanallah, rumahnya terbakar, tapi mushafnya (Quran) dari dua putranya dan Quran istrinya, tidak disentuh oleh api. Ini menakjubkan! Aku punya foto-fotonya, kamu bisa melihat ada sedikit bekas terbakar di beberapa bagian, kamu bisa melihatnya, ini benar-benar mengagumkan, Subhanallah. Jadi ini adalah tingkat keimanan yang tinggi.

Ketika kamu menyadari segalanya datang dari Allah, bagaimana itu mempengaruhimu? Karena kesulitan yang kamu alami dalam hidup. Memang hidup itu sulit. Kamu di sini untuk diuji. Hidup tidak akan menjadi mudah. Ini tidak akan menjadi seperti jalan-jalan di taman dan segalanya menjadi mudah, seperti kamu pergi ke sekolah lalu mendapat nilai A pada semua pelajaran, kamu mendapat pekerjaan terbaik, mobil terbaik, istri terbaik, semuanya masya Allah, di mana kamu mendapatkan yang terbaik di dunia ini. Namun, itu semua tidak akan terjadi karena memang hidup itu sulit. Kamu  akan diuji, kamu akan melewati kesukaran. Tapi ketika kamu tahu segalanya berasal dari Allah SWT, ucapkan Alhamdulillah.

Ketika sesuatu yang buruk menimpa non-Muslim, apa yang mereka lakukan? Mereka menengadah kepada Tuhan dan berkata, “Kenapa harus aku? Kenapa Kau melakukan ini padaku?”. Auzu’billah, seorang Muslim tidak boleh seperti itu. Ini semua dari Allah SWT, ucapkan Alhamdulillah.

Kamu tidak akan pernah tahu kapan kebaikannya, jadi iman seperti ini punya efek yang besar karena banyak hal yang terjadi berkenaan dengan penyucian jiwa dan bukan hanya dengan zikir, baca Qur’an, shalat, haji dan puasa, dan segalanya akan menjadi agung, tidak, kamu akan melewati kesukaran. Banyak masalah berkenaan dengan penyucian jiwa adalah tekanan emosional. Kita tidak tahu bagaimana cara menghadapi stres dari kehidupan sehari-hari. Tapi ketika kamu mempunyai iman dan ridha dengan takdir, dan berucap Alhamdulillah dengan benar, hal ini membuat segalanya mudah. [Syahida.com/ANW]

==

Sumber: Digital Mimbar

Share this post

PinIt
scroll to top